Melihat dari Dekat Kehidupan Lapas Anak Tangerang Meski di Lapas, Tetap Sekolah Formal

Mendengar kata penjara, kita akan berfikir sebuah tempat yang menyeramkan. Tempat yang dipenuhi oleh orang-orang yang bermasalah atau penjahat. Mungkin ada benarnya juga, kalau di penjara lainnya. Beda dengan penjara anak atau Lapas Anak Pria Tangerang. Bedanya seperti apa, mari kita lihat… Di sana, penghuni binaan tidak seseram seperti penjara umum. Bahkan, mereka diajarkan berbagai ilmu kreatifitas dan bisa bersekolah secara formal. Jumlah tahanan yang ada di LP Anak Tangerang ada 246 anak. 224 sudah menjadi narapidana, 22 masih titipan dan 1 tahanan polisi. Kepala LP Anak Tangerang, Heny Yuwono mengatakan, pengawasan yang dilakukan oleh pihaknya secara umum dengan protap yang maksimal, meskipun hanya tahanan anak. Ada standar prosedur yang harus dilalui bagi tahanan yang baru masuk. “Jika ada anak yang baru masuk, akan kami berikan penyuluhan yang dinamakan admisi orientasi selama 2 minggu. Penyuluhan ini sangat berguna bagi anak yang baru saja masuk ke dalam LP

Mendengar kata penjara, kita akan berfikir sebuah tempat yang menyeramkan. Tempat yang dipenuhi oleh orang-orang yang bermasalah atau penjahat. Mungkin ada benarnya juga, kalau di penjara lainnya. Beda dengan penjara anak atau Lapas Anak Pria Tangerang. Bedanya seperti apa, mari kita lihat… Di sana, penghuni binaan tidak seseram seperti penjara umum. Bahkan, mereka diajarkan berbagai ilmu kreatifitas dan bisa bersekolah secara formal. Jumlah tahanan yang ada di LP Anak Tangerang ada 246 anak. 224 sudah menjadi narapidana, 22 masih titipan dan 1 tahanan polisi. Kepala LP Anak Tangerang, Heny Yuwono mengatakan, pengawasan yang dilakukan oleh pihaknya secara umum dengan protap yang maksimal, meskipun hanya tahanan anak. Ada standar prosedur yang harus dilalui bagi tahanan yang baru masuk. “Jika ada anak yang baru masuk, akan kami berikan penyuluhan yang dinamakan admisi orientasi selama 2 minggu. Penyuluhan ini sangat berguna bagi anak yang baru saja masuk ke dalam LP, kita akan memberitahukan mengenai hak dan kewajiban selama berada di dalam lapas serta larangannya,” kata Heny Yuwono. Setelah masa orientasi, tahanan kemudian bisa mengikuti kegiatan di Lapas seperti biasa. Di dalam Lapas, kegiatan yang dilakukan lebih mengutamakan dalam hal kerohanian, pendidikan, keterampilan dan seni. “Dari segi pendidikan ada sekolah formal dari tingkat SD, SMP serta SMK dan sekolah paket. Walaupun mereka berada di dalam Lapas, namun haknya untuk menerima pendidikan wajib kita penuhi. Dan untuk tim pengajar ada dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang serta dari dalam lapas yang memang kita khususkan untuk menjadi guru,” ujar Heny Yuwono.(SLY/bersambung) Sumber : lamjo.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0