MELONGOK RAMADHAN DI LP, NAPI DICECAR IBADAH

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Sebanyak 101 dari jumlah total 106 Narapidana (Napi) di Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II B Wonosari menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1435 H. Kasubsi Pelayanan dan Tahanan (Yanta) Lapas Wonosari, Ardiyana meminta kepada para Napi untuk tidak hanya berlagak puasa seperti yang pernah ia temui di Ramadhan sebelumnya.   Dia berharap dalam Ramadhan tahun ini, 101 Napi yang 16 diantaranya berada dalam usia 14-18 tahun ini mengikuti setiap kegiatan kerohanian dengan khusuk dan tertib.   “Napi jangan hanya berlagak puasa, supaya apa yang dilakukan petugas seperti memindahkan ratusan tahanan saat tarawih dan saat kegiatan lainnya tidak sia-sia, ada manfaatnya,” katanya saat dihubungi via phone, Minggu (29/06/2014).   Kegiatan Napi selama Ramadhan ini, diantaranya ibadah shalat tarawih dilanjutkan shalat tahajud di masjid kemudian siang harinya mengikuti kegiatan rohani seperti mengaji dan pembi
MELONGOK RAMADHAN DI LP, NAPI DICECAR IBADAH

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Sebanyak 101 dari jumlah total 106 Narapidana (Napi) di Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II B Wonosari menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1435 H. Kasubsi Pelayanan dan Tahanan (Yanta) Lapas Wonosari, Ardiyana meminta kepada para Napi untuk tidak hanya berlagak puasa seperti yang pernah ia temui di Ramadhan sebelumnya.   Dia berharap dalam Ramadhan tahun ini, 101 Napi yang 16 diantaranya berada dalam usia 14-18 tahun ini mengikuti setiap kegiatan kerohanian dengan khusuk dan tertib.   “Napi jangan hanya berlagak puasa, supaya apa yang dilakukan petugas seperti memindahkan ratusan tahanan saat tarawih dan saat kegiatan lainnya tidak sia-sia, ada manfaatnya,” katanya saat dihubungi via phone, Minggu (29/06/2014).   Kegiatan Napi selama Ramadhan ini, diantaranya ibadah shalat tarawih dilanjutkan shalat tahajud di masjid kemudian siang harinya mengikuti kegiatan rohani seperti mengaji dan pembinaan agama lainnya.   “Pada waktu shalat tarawih dan kegiatan pembinaan agama, ratusan Napi kita keluarkan dari kamar. Namun untuk kegiatan di luar itu seperti shalat Subuh dilakukan di kamar, karena jika dibawa keluar ada resiko penjagaannya dan pasti kerepotan,” ujarnya.   Kegiatan fisik para Napi selama Ramadhan ini pun dikurangi. Hanya saja pada sore hari biasanya Napi melakukan olahraga voli atau tenis dan kegiatan olahraga lain sambil menunggu waktu berbuka puasa.   Persiapan berbuka puasa dan sahur, petugas di dapur LP Wonosari mulai memasak sejak sore dan untuk sahur dimulai sekitar tengah malam.   “Kemudian langsung dibagikan ke kamar para Napi,” ucapnya.   Untuk menghemat waktu dan tenaga petugas lapas, Napi non muslim yang tidak ikut menunaikan ibadah puasa ditempatkan di satu kamar yang sama. Namun jika moment Ramadhan ini rampung, mereka akan ditempatkan menurut kelasnya seperti semula.   Sumber : sorotgunungkidul.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0