Menkumham Buka Industri Kerajinan Tas “Jeera” Di Rutan Kelas I Cipinang

Jakarta, INFO_PAS – Membangun Pemasyarakatan menjadi sentra industri Lapas/Rutan yang modern, profesional, dan berorientasi profit kini bukanlah angan-angan semata. Pemasyarakatan tak bisa lagi dianggap sebagai gudangnya masalah, namun menjadi kesempatan kedua “second chance” sekaligus sebagai tempat pembinaan yang potensial bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk berkreasi dan menelurkan produk yang tidak hanya bisa dinikmati masyarakat, namun juga menjadi karya yang inspiratif sebelum kembali ke masyarakat. Geliat Pemasyarakatan Produktif yang dicanangkan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) semakin mendorong Pemasyarakatan sebagai pencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal serta lokasi industri yang produktif. Apalagi dengan modal SDM yang melimpah serta area luas yang potensial untuk dimanfaatkan menjadikan tinggi dan tebalnya tembok jeruji bukan lagi halangan untuk mewujudkan Pemasyarakatan Produktif yang mampu menghasilkan

Menkumham Buka Industri Kerajinan Tas “Jeera” Di Rutan Kelas I Cipinang
Jakarta, INFO_PAS – Membangun Pemasyarakatan menjadi sentra industri Lapas/Rutan yang modern, profesional, dan berorientasi profit kini bukanlah angan-angan semata. Pemasyarakatan tak bisa lagi dianggap sebagai gudangnya masalah, namun menjadi kesempatan kedua “second chance” sekaligus sebagai tempat pembinaan yang potensial bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk berkreasi dan menelurkan produk yang tidak hanya bisa dinikmati masyarakat, namun juga menjadi karya yang inspiratif sebelum kembali ke masyarakat. Geliat Pemasyarakatan Produktif yang dicanangkan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) semakin mendorong Pemasyarakatan sebagai pencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal serta lokasi industri yang produktif. Apalagi dengan modal SDM yang melimpah serta area luas yang potensial untuk dimanfaatkan menjadikan tinggi dan tebalnya tembok jeruji bukan lagi halangan untuk mewujudkan Pemasyarakatan Produktif yang mampu menghasilkan karya/produk bernilai tinggi. [caption id="attachment_38272" align="alignleft" width="300"]Model memamerkan Tas kulit JEERA Model memamerkan Tas kulit JEERA[/caption] Rutan Kelas I Cipinang dengan jumlah WBP sebanyak 3.470 dilihat dari sisi kacamata industri merupakan potensi sumber daya yang besar. Oleh sebab itu, WBP di Rutan disiapkan sebagai wadah dan kader pelatihan sehingga lebih profesional dalam mengembangkan Industri ketika berada di Lapas. “Kami Sejak Maret 2016 telah menggandeng PT.Artha Putra Arjuna dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DKI Jakarta untuk meningkatkan kapasitas kerajinan kulit yang dimiliki menjadi industri kulit”, ujar Asep Sutandar, Kepala Rutan Klas I Cipinang. Selanjutnya Asep mengungkapkan bahwa kerjasama tersebut mencakup pendampingan, penerapan manajemen produksi dan quality control, mengaplikasikan design dan IT baik dalam proses produksi sampai dengan pemasaran. Tidak hanya itu, WBP juga dilatih dalam berinovasi dengan meningkatkan kualitas dan mutu, pendampingan dalam pengelolaan organisasi, bahkan dilatih membangun brand produk. [caption id="attachment_38273" align="alignright" width="300"]Model memamerkan Tas kulit JEERA Rutan Cipinang Model memamerkan Tas kulit JEERA dari Rutan Cipinang[/caption] Dalam kegiatan tersebut Menkumham berkesempatan membuka peluncuran industri kerajinan tas Rutan Kelas I Cipinang dengan brand “JEERA”, Kamis (23/06/2016). Momen ini diharapkan dapat mendorong WBP untuk terus berkarya dan menghasilkan produk-produk unggulan serta sebagai sarana reintegrasi sosial dalam Sistem Pemasyarakatan yaitu menyatukan hidup, kehidupan, serta penghidupan WBP dan masyarakatnya. “JEERA” sebuah hasil karya terbaik kader-kader kreatif Rutan Kelas I Cipinang yang disiapkan untuk mendukung program Lapas Industri yang layak disandingkan dengan produk berkualitas lainnya.   Penulis: Fariz Nur

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0