Menkumham Kaji Penempatan Napi Teroris Jaringan Santoso

Share:

Jakarta – Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly mengatakan tengah mengkaji penempatan sejumlah narapidana teroris. Napi teroris ini merupakan bagian dari 35 orang teroris anggota jaringan Santoso. Kemenkumham juga berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

“Nanti masih dikaji. Nanti saya kerja sama dengan BNPT,” kata Yasonna di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (3/1/2017).

Yasonna menjelaskan, ada tahapan identifikasi yang harus dilakukan terhadap para napi teroris. Napi Teroris yang tergolong ideolog akan dipisahkan dengan napi lainnya.

“Ini kan pakai tahapan-tahapan. Yang ideolog, yang kelas 2, kelas 3. Nanti kita koordinasikan dengan BNPT,” lanjut dia.

Sementara itu, Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan, ada 10 lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang masih dalam proses inventarisasi untuk penempatan para napi teroris tersebut. Namun, hal ini masih dalam koordinasi dengan Kemenko Polhukam.

“Nanti kita petakan lagi nanti Menko Polkam dan nanti akan direncakanan khusus,” kata Suhardi.

Sebelumnya, sejumlah narapidana anggota jaringan Kelompok Santoso dipindahkan ke beberapa daerah di Indonesia untuk menjalani masa hukumannya. Tiga di antaranya ditempatkan di beberapa Lembaga Pemasyarakatan di Nusa Tenggara Timur. Sedangkan seorang lagi di Lapas Baubau, Sulawesi Tenggara.(ulu)

Sumber : okezone.com

Menkumham Kaji Penempatan Napi Teroris Jaringan Santoso | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya