Menkumham: Ubah Mindset Demi Kejayaan Pemasyarakatan

Share:

Jakarta, INFO_PAS – Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, menuturkan Pemasyarakatan tidak pernah berhenti memutar otak untuk menciptakan terobosan-terobosan dalam penanganan masalah-masalah seperti overcrowding, peredaran narkoba, pungutan liar, serta kualitas pelayanan dan kedisiplinan yang masih rendah.

Berbagai metode mulai dari optimalisasi Lapas Terbuka, layanan pemberian hak-hak Warga Binaan Pemasyarakatan berbasis teknologi informasi, penguatan lapas industri, pembentukan open camp, pelaksanaan rehabilitasi di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, serta penetapan lapas untuk narapidana high risk terus diupayakan walau belum dapat menuntaskan kendala yang dihadapi.

“Kita harus mulai membangun awareness dan kesadaran bahwa kejayaan Pemasyarakatan adalah tanggung jawab kita,” tegas Yasonna saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Pemasyarakatan Tahun 2018, Rabu (4/4) malam di Istana Ballroom, Hotel Sari Pasific Jakarta.

Ia mengajak seluruh peserta Rakernis Pemasyarakatan Tahun 2018 agar melebur, totalitas, dan memiliki kecintaan yang dalam terhadap Pemasyarakatan serta mengubah mindset. “Mensintesis kata-kata dari Albert Einstein, we can’t solve problems by using the same kind of thinking we used when we created them. Jadi, kita tidak bisa memecahkan masalah dengan menggunakan pikiran yang sama ketika kita membuatnya. Kita harus mengubah mindset kita dan yakinlah kalau kita mau kita pasti mampu,” ajak Yasonna.

Pemecahan masalah tersebut diharapkan terpetakan menjadi rencana aksi yang siap dieksekusi di tataran pelaksana teknis. Ia yakin hal ini dapat dilaksanakan jika kita sama-sama bekerja keras dengan penuh tanggung jawab serta dilandasi dengan moral yang baik dan kematangan berpikir.

“Dedikasi dan kerja keras yang saudara-saudara lakukan tentunya sangat bermanfaat serta memiliki dampak terhadap pemutakhiran arah dan bentuk kebijakan yang akan ditetapkan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan ke depan,” harap Menkumham.

laporan Plt. Dirjen PAS

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mardjoeki, menjelaskan Rakernis Pemasyarakatan Tahun 2018 diselenggarakan untuk memetakan isu strategis dan aktual pelaksanaan tugas Pemasyarakatan seperti penanganan peredaran narkoba di lapas/rutan, peningkatan produk industri di lapas, pengelolaan aset hasil tindak pidana pada rupbasan, pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM pada UPT Pemasyarakatan, optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi bapas, serta optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi bapas LPKA.

“Direktorat Jenderal Pemasyarakatan perlu menularkan dan membangun unit kerja sebagai pilot project yang memperoleh predikat menuju WBK/WBBM yang dapat menjadi percontohan penerapan pada unit kerja lainnya setelah Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang mendapatkan predikat WBK,” tandas Mardjoeki.

Rakernis Pemasyarakatan Tahun 2018 menghadirkan narasumber antara lain Kepala BNN, Ketua Ombudsman, Deputi Kantor Staf residen, Anggota BPK, Deputi Menpan RB, Direktur Bappenas, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, serta Deputi Pencegahan KPK. Adapun pesertanya adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM dan Kepala Divisi Pemasyarakatan se-Indonesia, jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, serta Kepala UPT Pemasyarakatan terpilih yang diusulkan menjadi satuan kerja WBK/WBBM.

Menkumham: Ubah Mindset Demi Kejayaan Pemasyarakatan | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya