Napi Anak Dibina Dengan Keterampilan

KBRN, Jakarta: Komisi Nasional Perlindungan Anak   mendesak agar pemerintah segera menghapus penjara khusus bagi anak-anak. Penjara dinilai tidak memberikan efek jera bahkan penjara justru menjadi wadah belajar untuk narapidana anak menjadi pelaku kriminal baru. Selain itu, narapidana anak juga sering mendapatkan pelecehan seksual dari tahanan dewasa. Namun kondisi tersebut bertolak belakang dengan kondisi di lembaga pemasyarakatan (lapas) anak di Tanggerang, Banten. Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Tangerang, Hesti dalam perbicangan bersama Pro 3 RRI mengatakan, narapidana anak dibawah pengawasannya mendapatkan pembekalan keterampilan dan bimbingan agama, sehingga dengan bekal tersebut, anak setelah keluar dari lapas diharapkan menjadi lebih baik dan memiliki modal untuk terjun ke masyaakat. “Kalau kondisi di lapas anak, kita tetap berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku. Kita memberikan pembinaaan dengan keterampilan modal untuk mereka diluar. Mereka diberik

Napi Anak Dibina Dengan Keterampilan
KBRN, Jakarta: Komisi Nasional Perlindungan Anak   mendesak agar pemerintah segera menghapus penjara khusus bagi anak-anak. Penjara dinilai tidak memberikan efek jera bahkan penjara justru menjadi wadah belajar untuk narapidana anak menjadi pelaku kriminal baru. Selain itu, narapidana anak juga sering mendapatkan pelecehan seksual dari tahanan dewasa. Namun kondisi tersebut bertolak belakang dengan kondisi di lembaga pemasyarakatan (lapas) anak di Tanggerang, Banten. Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Tangerang, Hesti dalam perbicangan bersama Pro 3 RRI mengatakan, narapidana anak dibawah pengawasannya mendapatkan pembekalan keterampilan dan bimbingan agama, sehingga dengan bekal tersebut, anak setelah keluar dari lapas diharapkan menjadi lebih baik dan memiliki modal untuk terjun ke masyaakat. “Kalau kondisi di lapas anak, kita tetap berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku. Kita memberikan pembinaaan dengan keterampilan modal untuk mereka diluar. Mereka diberikan bimbingan rohani dengan baca tulis Alquran, tausiah, menjahit, membuat keterampilan tutup gelas aqua,” kata Hesti, (Senin (16/1). Oleh karena itu dirinya tidak setuju apabila lapas untuk anak disebut sebagai penjara. Baginya lapas untuk anak adalah lembaga pemasyarakatan, yang diisi dengan kegiatan pemberian keterampilan. Bahkan di lapas tersebut, juga narapidana anak diberikan pendidikan dengan mengikuti paket A dan B. “LP anak bukan penjara. Kita akan memasyarakatn bagaimana setelah keluar memliki bekal dan ada perubahan. Untuk pendidikan, mereka kita sekolahkan. Ada kejar paket A dan B. Bahkan satu orang paket A dan satu orang paket B,” tegas Herti. Sementara itu, terkait desakan penghapusan penjara anak, dirinya setuju dengan wacana tersebut. “Saya setuju penjara anak tidak ada. Seharusnya kasus-kasus yang menyangkut anak dapat diselesaikan secara kekeluargaan,” tambah Herti. Adapun pada lapas anak di Tangerang sendiri, hanya terdapat empat orang narapidana anak. Mereka terlibat kasus pencurian dan narkoba dengan usia dibawah 18 tahun. (Sgd/AKS) (Editor : Agus K Supono) Sumber: rri.co.id/index.php/detailberita/detail/7553

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0