Napi di Lapas Pasir Pengeraian Dapat Programkan Pendidikan Non Formal

ROHUL.SR - Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pasir Pengaraian, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mendapat pendidikan non formal, pihak Lapas sudah merancang program kerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda Olah Raga (Disdikpora) Rohul.

Dikatakan, Kalapas Pasir Pengaraian H. Maizar, BcIp, S.Sos, MSi, Sabtu (17/11), program ini direncakan akan diaplikasikan tahun 2013 mendatang, mengingat masih banyak nara pidana, belum memperoleh pendidikan baik untuk Paket A, B dan C.

“Setelah mereka bebas, tentu akan memperoleh 2 izasah, yakni bebas sebagai nara pidana juga dapat izasah paket,”sebutnya dengan gaya bercanda.

Diterangkan, sekarang ini jumlah nara pidana sekitar 460 orang dan 2 tahanan korupsi, meski kapasitasnya hanya untuk 150 orang, namun ruangan inilah dimanfaatkan untuk sementara waktu, jadi untuk pend

Napi di Lapas Pasir Pengeraian Dapat Programkan Pendidikan Non Formal

ROHUL.SR - Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pasir Pengaraian, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mendapat pendidikan non formal, pihak Lapas sudah merancang program kerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda Olah Raga (Disdikpora) Rohul.

Dikatakan, Kalapas Pasir Pengaraian H. Maizar, BcIp, S.Sos, MSi, Sabtu (17/11), program ini direncakan akan diaplikasikan tahun 2013 mendatang, mengingat masih banyak nara pidana, belum memperoleh pendidikan baik untuk Paket A, B dan C.

“Setelah mereka bebas, tentu akan memperoleh 2 izasah, yakni bebas sebagai nara pidana juga dapat izasah paket,”sebutnya dengan gaya bercanda.

Diterangkan, sekarang ini jumlah nara pidana sekitar 460 orang dan 2 tahanan korupsi, meski kapasitasnya hanya untuk 150 orang, namun ruangan inilah dimanfaatkan untuk sementara waktu, jadi untuk pendidikan mereka tentu sangat diperhatikan, sebab pembinaan itu selain sifatnya pembinaan mental juga intelektualnya.

“Mudah-mudahan saja kerja sama dengan pihak Disdikpora Rohul bisa segara terwujud dengan baik, agar program pendidikan paket itu dapat terkafer secara signifikan,”ucapnya.

Ditambahkan, dengan diberikannya ijazah paket tersebut, diharapkan setelah keluar dari Lapas mereka akan lebih mudah diterima di masyarakat, apalagi untuk mencari pekerjaan, sebab sudah mengantongi izasah, otomatis izasah bisa digunakan untuk melamar baik diperusahaan dan lembaga-lembaga lainnya. (RPR)

Sumber: http://www.suarariau.com/riau/riau/5761-napi-di-lapas-pasir-pengeraian-dapat-programkan-pendidikan-non-formal

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0