Napi Pembakar Lapas Tak Dapat Remisi

Empat narapidana diduga pelaku kasus kerusuhan dan pembakaran Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lhokseumawe, tidak mendapatkan remisi HUT RI ke-69, kemarin. Hal itu disampaikan Kepala Lapas Kelas II A Lhokseumawe, Meurah Budiman, kepada Rakyat Aceh, kemarin, usai acara penyerahan remisi umum bagi 102 narapidana di Lapas setempat oleh Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya. Kata dia, keempat napi itu diduga pelaku pembakaran Lapas pada 15 Februari lalu. Masing-masing, Adi Mon Geudong, Syarwani, Ahmad Ujung Pacu dan Yanis alias Black. “Jadi mereka tidak mendapatkan remisi dan kita belum usulkan remisinya karena melakukan tindak pidana baru,”terang Meurah Budiman. Sebutnya, jika nantinya hasil penyidikan dan sidang pengadilan tidak terbukti, maka ke empat napi itu akan diberikan hak-hak seperti remisi dan pembebasan bersyarat (PB). Sementara itu, remisi Napi HUT RI yang telah dikeluarkan oleh Kemenkumham RI diserahkan oleh Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya kepada Kela

Napi Pembakar Lapas Tak Dapat Remisi
Empat narapidana diduga pelaku kasus kerusuhan dan pembakaran Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lhokseumawe, tidak mendapatkan remisi HUT RI ke-69, kemarin. Hal itu disampaikan Kepala Lapas Kelas II A Lhokseumawe, Meurah Budiman, kepada Rakyat Aceh, kemarin, usai acara penyerahan remisi umum bagi 102 narapidana di Lapas setempat oleh Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya. Kata dia, keempat napi itu diduga pelaku pembakaran Lapas pada 15 Februari lalu. Masing-masing, Adi Mon Geudong, Syarwani, Ahmad Ujung Pacu dan Yanis alias Black. “Jadi mereka tidak mendapatkan remisi dan kita belum usulkan remisinya karena melakukan tindak pidana baru,”terang Meurah Budiman. Sebutnya, jika nantinya hasil penyidikan dan sidang pengadilan tidak terbukti, maka ke empat napi itu akan diberikan hak-hak seperti remisi dan pembebasan bersyarat (PB). Sementara itu, remisi Napi HUT RI yang telah dikeluarkan oleh Kemenkumham RI diserahkan oleh Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya kepada Kelapas Meurah Budiman. Remisi itu sendiri, tertinggi masa pengurangan hukuman yakni lima bulan yang diterima oleh Wahyu Muhammad. Kemudian, paling rendah hanya satu bulan yaitu Fahrur Ridha. Masih dikatakan Meurah Budiman, dari 102 napi yang dapatkan remisi umum itu tidak ada napi yang bebas. “Ini menunjukan indikator, bahwa pembinaan di Lapas sudah semakin baik, kalau yang mendapatkan remisi hari ini (kemarin,red), berarti dia tidak pernah kami berikan program Pembebasan Bersyarat (PB),”ucapnya. Selain itu, lanjut dia, jumlah napi di Lapas Kelas II A Lhokseumawe sebanyak 399 orang. Namun, pasca kerusuhan dan pembakaran Lapas hanya tersisa 342 orang lagi. Sedangkan yang memperoleh remisi 102 orang dan 125 warga binaan lainnya masih menunggu keputusan Kemenkumham RI di Jakarta. “Artinya yang belum mendapatkan remisi itu adalah bagi warga binaan terkena PP 88 tahun 2006 dan PP 99 tahun 2012 tentang Tatacara Pemberian Hak Warga Binaan,”jelasnya. Pada kesempatan itu, Walikota juga menyerahkan bingkisan kepada warga binaan Lapas. Kemudian, dilanjutkan dengan acara hiburan.   Sumber: http://rakyataceh.co/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0