Over 160%, Lapas Tuatunu Sesak Tahanan Korupsi

Ilustrasi (Foto:ditjenpas)
  PANGKALPINANG - Banyaknya tahanan dan narapidana membuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Tuatunu, Pangkalpinang sesak. Saat ini Lapas Tuatunu sudah kelebihan penghuni yang mengakibatkan tidak kondusifnya suasana untuk melakukan pembinaan terhadap tahanan.   Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Anak Didik (Binadik) Lapas Tuatunu, Hudi Ismono, menjelaskan, kapasitas Lapas Tuatunu hanya lebih dari 300, namun pada kenyataannya saat ini telah menampung lebih dari 500 tahanan. "Ini memang sudah tidak sesuai dengan kapasitas. Sekarang sudah over kapasitas 160 persen," ujar Hudi, Jumat (11/4). Yang membuat kapasitas tahanan semakin sesak, menurut Hudi tidak hanya banyaknya tahanan dari kasus pidana umum saja. Akan tetapi tahanan yang tersangkut perkara korupsi pun menjadi salah satu jumlah tahanan yang terus meningkat. Hingga saat ini, Lapas Tuatunu belu
Over 160%, Lapas Tuatunu Sesak Tahanan Korupsi

Ilustrasi (Foto:ditjenpas)
  PANGKALPINANG - Banyaknya tahanan dan narapidana membuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Tuatunu, Pangkalpinang sesak. Saat ini Lapas Tuatunu sudah kelebihan penghuni yang mengakibatkan tidak kondusifnya suasana untuk melakukan pembinaan terhadap tahanan.   Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Anak Didik (Binadik) Lapas Tuatunu, Hudi Ismono, menjelaskan, kapasitas Lapas Tuatunu hanya lebih dari 300, namun pada kenyataannya saat ini telah menampung lebih dari 500 tahanan. "Ini memang sudah tidak sesuai dengan kapasitas. Sekarang sudah over kapasitas 160 persen," ujar Hudi, Jumat (11/4). Yang membuat kapasitas tahanan semakin sesak, menurut Hudi tidak hanya banyaknya tahanan dari kasus pidana umum saja. Akan tetapi tahanan yang tersangkut perkara korupsi pun menjadi salah satu jumlah tahanan yang terus meningkat. Hingga saat ini, Lapas Tuatunu belum memiliki tahanan khusus untuk para koruptor. "Kita belum ada sama sekali ruang khusus untuk tahanan atau narapidana kasus korupsi. Sekarang justru makin banyak tahanan yang dititipkan kesini (Lapas,red), kita tidak bisa menolak karena Pengadilan Tipikor hanya ada satu di Pangkalpinang," ungkapnya. Untuk mensiasati padatnya kapasitas tahanan, pihaknya kata Hudi mencoba menempatkan para tahanan dan narapidana korupsi di blok asimilasi atau blok tahanan bagi warga binaan yang dianggap akan menyelesaikan masa tahanan usai sekian lama menjalani masa hukuman. "Ya mau bagaimana lagi, kita tempatkan mereka (Tahanan Korupsi,red) di blok asimilasi. Jadi mereka satu blok dengan narapidana yang misalnya tinggal menjalani masa tahanan beberapa bulan lagi," beber Hudi. Karena itu pihaknya berencana akan mengajukan permohonan ke pusat terkait dengan penambahan blok di Lapas tersebut. Diharapkannya akan hal itu akan direspon positif oleh pusat jika melihat realita yang ada saat ini. "Kita rencana mau mengajukan permohonan, karena kita vertikal jadi langsung ke pusat," imbuhnya. Namun ia juga tidak menampik kemungkinan akan menyampaikan permohonan kepada pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam hal pembangunan Lapas. "Rencana itu ada, kita sudah membicarakan hal ini secara internal. Lapas inikan juga Lapas provinsi, jadi kita mengharapkan dapat bantuan dari Provinsi," tandasnya. (rga) Sumber : radarbangka.co.id

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0