Over Kapasitas 800 Persen, Remisi Kurangi Penghuni Lapas Riau

PEKANBARU - Kakanwil Kemenkumham Riau Frans Richard Sugianto, Minggu (17/8/14), menyebutkan, Lembaga Permasyarakatan (LP) di Riau alami over kapasitas sebanyak 800 persen. Tak itu saja, sejumlah Lapas juga kekurangan SDM. Maka dari itu, bentuk remisi yang diberikan baik Remisi Umum I (RU I) dalam bentuk pengurangan masa tahanan, dan Remisi Umum II (RU II) dalam bentuk kebebasan langsung dirasakan bermanfaat bagi Kemenkumham, untuk menekan angka over kapasitas yang saat ini sudah mencapai 800 persen, dimana total 7.312 Orang penghuni Lapas di Riau, yang 4.992 diantaranya adalah Narapidana dan 2.390 orang lainya merupakan tahanan. "Lebih kurang 800 persen over kapasitas dari penghuni lapas di Riau. Dengan remisi bebas ataupun pengurangan masa tahanan, kita berharap dapat mengurangi angka tersebut, disamping peran fungsi kepolisian dan kemasyarakatan, dalam menekan angka kriminalitas," ungkapnya usai menghadiri pemberian remisi di L

Over Kapasitas 800 Persen, Remisi Kurangi Penghuni Lapas Riau
PEKANBARU - Kakanwil Kemenkumham Riau Frans Richard Sugianto, Minggu (17/8/14), menyebutkan, Lembaga Permasyarakatan (LP) di Riau alami over kapasitas sebanyak 800 persen. Tak itu saja, sejumlah Lapas juga kekurangan SDM. Maka dari itu, bentuk remisi yang diberikan baik Remisi Umum I (RU I) dalam bentuk pengurangan masa tahanan, dan Remisi Umum II (RU II) dalam bentuk kebebasan langsung dirasakan bermanfaat bagi Kemenkumham, untuk menekan angka over kapasitas yang saat ini sudah mencapai 800 persen, dimana total 7.312 Orang penghuni Lapas di Riau, yang 4.992 diantaranya adalah Narapidana dan 2.390 orang lainya merupakan tahanan. "Lebih kurang 800 persen over kapasitas dari penghuni lapas di Riau. Dengan remisi bebas ataupun pengurangan masa tahanan, kita berharap dapat mengurangi angka tersebut, disamping peran fungsi kepolisian dan kemasyarakatan, dalam menekan angka kriminalitas," ungkapnya usai menghadiri pemberian remisi di LP kelas II A Pekanbaru, Minggu (17/8/14). Ia melanjutkan, selain over kapasitas, lembaganya juga mengalami kendala berupa kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga hal ini menyulitkan dalam pembinaan penghuni lapas. "Selain itu juga kekurangan SDM, yang saat ini sangat tidak berimbang disetiap lapas yang ada diseluruh Riau," katanya. Sejauh ini, menurut Frans, pihaknya terus melakukan berbagai perbaikan, baik dari segi fasilitas, pelayanan, pembinaan, dan keamanan setiap Lapas. Secara khusus, yang menjadi perhatian adalah dari segi akses dan keamanan Lapas, untuk menekan masuknya kejahatan didalam lingkungan Lapas. "Kita terus upayakan perbaikan diberbagai aspek, yang menjadi perhatian khusus adalah keamanan lapas, dimana dalam beberapa kasus, terjadi peredaran narkotika, kejahatan, dan hal yang tidak diinginkan lainya yang memiliki akses masuk kedalam Lapas," tukasnya.   Sumber: http://www.halloriau.com/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0