Patroli 24 Jam di Lapas Gunung Sari

PENJAGAAN di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Gunung Sari Makassar makin diperketat menyusul kasus kaburnya belasan tahanan di Rutan Batam, Kepulauan Riau, kemarin. Sebelumnya, penjagaan ketat sudah diberlakukan pascakerusuhan di Lapas Tanjung Gusta, Medan, pada Kamis (11/7). Setelah muncul kasus napi kabur di Rutan Batam kemarin, pihak Lapas Gunung Sari langsung memperketat pengamanan, termasuk meminta bantuan pihak kepolisian. “Kami menambah empat orang pengamanan setiap regu. Awalnya setiap regu hanya beranggotakan 11 orang, sekarang 15 orang. Kami terpaksa mengambil dari staf lapas. Ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Kepala Keamanan Lapas Gunug Sari, Novri Budi Santoso kemarin. Saat ini, jumlah pengamanan lapas untuk empat regu sebanyak 60 orang. Jumlah tersebut masih jauh dari cukup mengingat jumlah napi yang menghuni Lapas Gunung Sari sebanyak 740 orang. Menurutnya, penambahan empat personel bantuan tersebut hanya sementara sambil men

Patroli 24 Jam di Lapas Gunung Sari
PENJAGAAN di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Gunung Sari Makassar makin diperketat menyusul kasus kaburnya belasan tahanan di Rutan Batam, Kepulauan Riau, kemarin. Sebelumnya, penjagaan ketat sudah diberlakukan pascakerusuhan di Lapas Tanjung Gusta, Medan, pada Kamis (11/7). Setelah muncul kasus napi kabur di Rutan Batam kemarin, pihak Lapas Gunung Sari langsung memperketat pengamanan, termasuk meminta bantuan pihak kepolisian. “Kami menambah empat orang pengamanan setiap regu. Awalnya setiap regu hanya beranggotakan 11 orang, sekarang 15 orang. Kami terpaksa mengambil dari staf lapas. Ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Kepala Keamanan Lapas Gunug Sari, Novri Budi Santoso kemarin. Saat ini, jumlah pengamanan lapas untuk empat regu sebanyak 60 orang. Jumlah tersebut masih jauh dari cukup mengingat jumlah napi yang menghuni Lapas Gunung Sari sebanyak 740 orang. Menurutnya, penambahan empat personel bantuan tersebut hanya sementara sambil menunggu situasi cukup kondusif. Pihaknya juga telah meminta bantuan aparat kepolisian untuk melakukan penjagaan pascakerusuhan di dua lapas dalam sepekan terakhir. “Kapolrestabes Makassar kemarin sudah menyatakan siap membantu personel lapas yang terbatas. Polisi siap melakukan patroli di lapas setiap malam,” ujarnya. Kapolrestabes Makassar Kombes Wisnu Sanjaya mengatakan, polisi siap melakukan back up pengamanan dengan cara melakukan patroli rutin di Lapas Gunung Sari. Pihaknya juga akan stand by24 jam jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di dalam lapas dan rutan. “Kami on call 24 jam jika dibutuhkan. Makanya kami ke lapas untuk melakukan komunikasi dan koordinasi pengamanan,” ujarnya di Lapas Gunung Sari kemarin. Selain melakukan pertemuan dengan Kepala Lapas Klas I Makassar Prasetyo, Wisnu juga menyempatkan untuk memantau langsung pos-pos pengamanan petugas sipir di dalam lapas. Selain itu, perwira menengah Polri ini juga memantau kondisi pemeriksaan tamu dan barang bawaannya. Minimnya personel pengamanan membuat Lapas Makassar rawan kerusuhan. Otoritas pengamanan lapas telah mengidentifikasi 24 titik yang dinilai rawan terjadi keributan. Dari 24 titik rawan itu, baru 11 titik yang bisa tertangani dengan baik akibat minimnya petugas pengamanan. Terpisah, Kalapas Kelas I Makassar Prasetyo menyebutkan, kondisi jumlah napi dan petugas pengamanan di Lapas Gunung Sari sudah tidak seimbang. Menurutnya, jumlah narapidana saat ini sebanyak 740 orang, atau terdapat kelebihan kapasitas sebanyak 174 napi. Sedangkan jumlah pengamanan jauh dari jumlah itu. “Perbandingan jumlah petugas dengan napi tidak seimbang, Makanya kami rutin berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan bersama,” kata dia. Meski jumlah napi di Lapasa Makassar tidak sebanyak Lapas Medan, namun potensi kerusuhan tetap ada mengingat terbatasnya infrastruktur di dalam lapas. Pengamat Hukum dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Prof Hambali Thalib menilai, kerusuhan di Medan, bukan tidak mungkin akan terjadi juga di Makassar. Alasannya, napi yang ditampung sudah melebihi kapasitas ruangan dan infrastruktur yang dimiliki lapas tersebut tidak memadai. Dengan kondisi yang melebihi kapasitas, secara tidak langsung pembinaan napi dipastikan tidak bisa berjalan dengan baik. “Kalau tidak ditunjang dengan prasarana yang baik, saya berkeyakinan kerusuhan napi di lapas Medan bisa jugasaja terjadidiLapasGunung Sari,” ungkapnya pekan lalu. Dia menuturkan, tipe dan karakter lapas di Medan dan Sulsel tidak jauh berbeda, yakni sama- sama memiliki narapidana teroris, narkoba, dan preman. Hambali menilai, semua lapas di Indonesia memiliki infrastruktur yang tidak memadai. Untuk itu, Kementerian Hukum dan HAM sudah saatnya memproritaskan pembangunan infrastruktur sebagai penunjang dan pembinaan napi. KORAN SINDO ● wahyudi/hatta sujatmin Sumber : http://www.makassarterkini.com/home/index-berita/5628-patroli-24-jam-di-lapas-gunung-sari.html

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0