PEGAWAI DAN WARGA BINAAN LAPAS NARKOTIKA JAKARTA DIAJAK INSTROPEKSI DIRI

Jakarta, INFO_PAS. Plh. Kepala Lapas Narkotika Jakarta, M. Ali Syehbanna mengajak seluruh pegawai dan warga binaan di lapasnya untuk melakukan instropeksi diri. “Saya menginginkan semua orang dapat menilai dan memahami diri sendiri, sejauh mana laku kita dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ali saat dihubungi INFO_PAS, Rabu (20/11). “Dari itu saya harap seluruh pegawai mampu meningkatkan kinerjanya, dan warga binaan mampu menjadi manusia yang lebih baik lagi,” tambahnya berharap. Dijelaskan Ali, instropeksi diri bagi pegawai yang dikemas dalam buku instropeksi diri dengan sahabat diskusi sesama rekan kerja. Buku ini diharapkan mampu memperbaiki diri masing-masing, yang muaranya pada perbaikan kinerja demi menjalankan amanah yang diemban. “Kejadian yang sempat meramaikan Lapas Narkotika Jakarta beberapa waktu lalu, bisa dibilang sempat membuat para pegawai kehilangan gairah, dengan buku instropeksi diri ini diharapkan mampu menarik dan membangkitkan gairah kinerja me

PEGAWAI DAN WARGA BINAAN LAPAS NARKOTIKA JAKARTA DIAJAK INSTROPEKSI DIRI
Jakarta, INFO_PAS. Plh. Kepala Lapas Narkotika Jakarta, M. Ali Syehbanna mengajak seluruh pegawai dan warga binaan di lapasnya untuk melakukan instropeksi diri. “Saya menginginkan semua orang dapat menilai dan memahami diri sendiri, sejauh mana laku kita dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ali saat dihubungi INFO_PAS, Rabu (20/11). “Dari itu saya harap seluruh pegawai mampu meningkatkan kinerjanya, dan warga binaan mampu menjadi manusia yang lebih baik lagi,” tambahnya berharap. Dijelaskan Ali, instropeksi diri bagi pegawai yang dikemas dalam buku instropeksi diri dengan sahabat diskusi sesama rekan kerja. Buku ini diharapkan mampu memperbaiki diri masing-masing, yang muaranya pada perbaikan kinerja demi menjalankan amanah yang diemban. “Kejadian yang sempat meramaikan Lapas Narkotika Jakarta beberapa waktu lalu, bisa dibilang sempat membuat para pegawai kehilangan gairah, dengan buku instropeksi diri ini diharapkan mampu menarik dan membangkitkan gairah kinerja mereka,” harap Ali bersemangat. Sementara untuk warga binaan, Ali mengajak mereka untuk melakukan instropeksi dengan mendekatkan diri pada Tuhan. Warga binaan diajak mengikuti kegiatan pesantren yang diselenggarakan selama lima bulan per gelombang, dilaksanakan setiap hari dari jam sembilan pagi sampai waktu dzuhur. “Tanpa paksaan, tanpa perintah, warga binaan menyambut baik program ini. Tahap pertama kami menampung 200 santri, tahap berikutnya akan menyusul ratusan santri,” kata Ali. “Kami juga berencana untuk mengembangkan program sel santri, maksudnya napi yang sudah lulus di pesantren, harus mengajarkan ilmunya pada rekan-rekan napi yang lainnya,” paparnya. Atas terobosannya ini, Lapas Narkotika Jakarta pimpinan M. Ali Syahbanna telah mendapat penghargaan dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan untuk program peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0