Pemasyarakatan Berdayakan WBP Hasilkan Beragam Jenis Tenun

Share:

Jakarta, INFO_PAS – Tak bisa dipungkiri bila Indonesia memiliki beragam kebudayaan dan kerajinan. Salah satu hasil karya yang mendunia adalah kain tenun yang dibuat dengan tangan secara terus-menerus, ketekunan, ketelatenan, kerja keras, kesabaran, serta kreativitas. Tanpa mesin modern, tenun Indonesia murni tercipta dari tangan-tangan manusia penciptanya.

Potensi kerajinan tenun yang tinggi mendorong sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) di tanah air untuk memproduksinya dari tangan-tangan kreatif Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Tak heran bila jenis tenun pun beragam di masing-masing wilayah.

Di Lapas Polewali, terdapat pusat pembuatan sarung tenun sutera mandar hasil karya WBP yang diresmikan para Hari Bhakti Pemasyarakatan tahun 2016 lalu. Ini merupakan salah satu upaya Lapas Polewali dalam memberdayakan WBP perempuan, khususnya demi mengembangkan dan melestarikan potensi Sulawesi Barat.

“Pusat pembuatan sarung tenun sutera Mandar di Lapas Polewali diharapkan memberikan kontribusi dalam melakukan pelestarian budaya Mandar serta memberikan bekal bagi WBP perempuan sebagai modal dalam membuka usaha tenun sutera usai bebas,” tutur Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi, Harun Sulianto, Selasa (14/11).

Ia menilai potensi tenun Mandar WBP sangat besar karena tidak memerlukan banyak tempat dan WBP juga aman dalam melaksanakan kegiatan pertenunan. Alatnya pun sangat sederhana.

Surat Edaran Bupati Polewali Mandar No. 8 Tahun 2016 tentang penggunaan pakaian kerja khusus yang meminta agar Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Polewali Mandar dan instansi vertikal, BUMN, serta BUMN menggunakan pakaian berbahan baku kain tenun atau batik tradisional motif Polewali Mandar semakin menyemangati jajaran Lapas Polewali untuk melestarikan kerajinan tenun Mandar.

“Semoga kegiatan pembinaan ini terus mendapat dukungan, khususnya mendapat pembinaan berkelanjutan dari pemerintah daerah sebagai salah satu langkah pelestarian nilai-nilai budaya Mandar di Sulawesi Barat,” harap Harun.

tenun LPP Kupang

Di Lapas Perempuan Kupang, WBP perempuan diberikan kesempatan pelatihan memenun bekerja sama dengan serta Rumah Tenun Ikat Ina Ndao. Dalam pelatihan tersebut, WBP di Lapas Perempuan Kupang dibekali materi proses menentun mulai dari mewarnai benang, memintal benang, mengikat, hingga menenun.

Sebelumnya, pihak lapas telah mengajukan proposal pengadaan alat dan perlengkatan tenun kepada pemerintah daerah yang selanjutnya dikabulkan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nusa Tenggara Timur sebanyak 20 unit.

“Sama halnya dengan di Lapas Polewali, pembinaan kerajinan tenun di Lapas Perempuan Kupang diharapkan dapat membekali WBP untuk membantu perekonomian bagi diri sendiri, keluarga, dan orang lain,” ujar Harun.

Pemasyarakatan Berdayakan WBP Hasilkan Beragam Jenis Tenun | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya