Pendampingan Rohani Para Napi di Lapas Penfui

Bapak Anton, sebut saja begitu, meriwayatkan alasan keberadaannya di hotel prodeo ini. Ia mengaku kalau akhirnya menemukan bahwa Tuhan itu begitu baik sekaligus sangat adil, selalu mengasihi manusia ciptaanNya namun takkan segan menghukum orang bersalah yang tak mau bertobat. Bagi Bapak Anton, keberadaanya di penjara adalah kesempatan untuk merenungkan kembali masa lalunya yang sangat-sangat jauh dari Tuhan. Hujan mengucur deras segera sesudah kami memasuki halaman lapas Penfui, Selasa, 15 Oktober 2013. Bergegas kami menuju ke gedung kapel yang sementara dibangun. Di sana sudah berkumpul para napi sejak pukul tiga tadi. Kami terlambat beberapa menit. Mereka telah selesai mendaraskan Rosario Kerahiman. Beberapa yang bosan menunggu, sedang berjalan-jalan di halaman tengah. Rombongan kami sore ini terdiri dari dua orang pastor, dua orang suster dan empat orang frater. Di pintu masuk, yang biasanya ada pemeriksaan ketat, para petugas lagi bermain domino. Saya sempat melihat kartu yan

Pendampingan Rohani Para Napi di Lapas Penfui
Bapak Anton, sebut saja begitu, meriwayatkan alasan keberadaannya di hotel prodeo ini. Ia mengaku kalau akhirnya menemukan bahwa Tuhan itu begitu baik sekaligus sangat adil, selalu mengasihi manusia ciptaanNya namun takkan segan menghukum orang bersalah yang tak mau bertobat. Bagi Bapak Anton, keberadaanya di penjara adalah kesempatan untuk merenungkan kembali masa lalunya yang sangat-sangat jauh dari Tuhan. Hujan mengucur deras segera sesudah kami memasuki halaman lapas Penfui, Selasa, 15 Oktober 2013. Bergegas kami menuju ke gedung kapel yang sementara dibangun. Di sana sudah berkumpul para napi sejak pukul tiga tadi. Kami terlambat beberapa menit. Mereka telah selesai mendaraskan Rosario Kerahiman. Beberapa yang bosan menunggu, sedang berjalan-jalan di halaman tengah. Rombongan kami sore ini terdiri dari dua orang pastor, dua orang suster dan empat orang frater. Di pintu masuk, yang biasanya ada pemeriksaan ketat, para petugas lagi bermain domino. Saya sempat melihat kartu yang dipegang seorang sipir berbadan subur: lima tiga. Tak ada pemeriksaan. Kami dipersilakan masuk ke halaman tengah, sebuah ruang terbuka hijau ditengah-tengah blok/barak para napi. Design landscape halaman tengah ini dengan pepohonan kelapa, membawa ingatan saya menuju pesisir Caribia... atau Lautan Teduh. Apakah para napi dan teman-teman rombongan mendapatkan kesan yang sama? Di dalam kapel dengan arsitektur terbuka sudah tersedia keyboard dan soundsystem. Namun kami tak bisa segera memulai katekese karena deru hujan di atas atap sangat gaduh. Tidak mungkin kami bisa saling mendengarkan. Kami menunggu hingga tigapuluh menit ketika hujan mereda. Beberapa napi lainnya bergabung dan katekese segera dimulai. kapel terbuka - Lapas Penfui Romo Ande mengawali proses katekese dengan memperkenalkan diri. Beliau sudah berkatekese di Lapas ini sejak tahun 1980-an. Namun, katanya beliau selalu mengawali katekese dengan memperkenalkan diri, sebab faktanya, setiap kali selalu ada peserta baru, yakni mereka yang baru bergabung menjadi napi. Usai memperkenalkan diri, Romo Ande bercerita tentang Yusuf dan saudaranya di Mesir. Kisah dari Kitab meruncing pada tema Yusuf yang dipenjara karena fitnah Potifar. Ternyata Tuhan punya jalan sendiri bagi Yusuf. Ia akhirnya menjadi penyelamat keluarganya sendiri dari kelaparan besar. Berdasarkan Kisah Yusuf tersebut, para peserta dibagi kedalam empat kelompok untuk bersama-sama merenungkan pertanyaan: Bagaimana sampai aku bisa berada di tempat ini? Saya ikut bergabung mendengarkan sharing pengalaman mereka. Karena keterbatasan waktu, hanya dua orang yang mendapatkan kesempatan untuk membagi pengalaman. Pertemuan singkat sore itu berakhir pada pukul 16.30. Setengah jam kemudian para napi sudah harus berada dalam blok masing-masing. Dan rutinitas hotel prodeo kembali membeku. Program pendampingan untuk para napi sangat penting dilakukan, karena ada kecenderungan masyarakat untuk tidak mau menerima mantan narapidana. Tidak heran jika kemudian para mantan napi kembali berbuat kejahatan karena mereka itu tidak tahu harus melakukan apa. Kelompok Napi di Lapas Penfui merupakan satu Kelompok Umat Basis Kategorial dalam wilayah Paroki Santu Yosef Penfui. Anggota KUB ini berkisar seratusan orang. "Jumlahnya selalu berubah, karena ada yang datang dan pergi, kata seorang salah seorang napi. Pendampingan Rohani bagi para Narapidana yang beragama Katolik di Lembaga Pemasyarakatan Penfui Kupang, dengan model misa, katekese kitab suci, dan pendampingan spiritualitas diatur oleh Kepala Paroki St Yosef Penfui. Tugas pendampingan dilaksanakan oleh anggota biara-biara yang terdapat di wilayah Paroki Penfui. Sumber : http://networkedblogs.com/Q5PY3

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0