Penghuni Lapas Buat Oleh-oleh Lebaran

Meskipun tengah menjalani masa hukuman, namun aktivitas para warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Samarinda, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota, tetap beraneka.   Menjelang Lebaran, warga binaan wanita berkarya membuat kue-kue kering. Bukan hanya sebagai pelatihan, tapi tentu saja untuk mencari penghasilan tambahan demi hari raya.   Dijelaskan Kepala Lapas Klas IIA Samarinda, Gumelar kepada Sapos kemarin (21/7), pihaknya memberikan keleluasaan bagi para warga binaan untuk berkarya, terlebih dalam suasana menjelang Lebaran. Kegiatan membuat kue ini telah didahului pelatihan yang berkerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK).   “Waktu ada pelatihan, tahanan wanita mendapat pelatihan memangkas rambut selain itu juga diajarkan membuat kue,” jelasnya.   Di dalam Lapas, Sapos melihat sejumlah warga binaan wanita sedang sibuk membuat kue kering. Di antaranya Kue Jambu, Kue Cookies Cokelat, Kue

Penghuni Lapas Buat Oleh-oleh Lebaran
Meskipun tengah menjalani masa hukuman, namun aktivitas para warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Samarinda, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota, tetap beraneka.   Menjelang Lebaran, warga binaan wanita berkarya membuat kue-kue kering. Bukan hanya sebagai pelatihan, tapi tentu saja untuk mencari penghasilan tambahan demi hari raya.   Dijelaskan Kepala Lapas Klas IIA Samarinda, Gumelar kepada Sapos kemarin (21/7), pihaknya memberikan keleluasaan bagi para warga binaan untuk berkarya, terlebih dalam suasana menjelang Lebaran. Kegiatan membuat kue ini telah didahului pelatihan yang berkerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK).   “Waktu ada pelatihan, tahanan wanita mendapat pelatihan memangkas rambut selain itu juga diajarkan membuat kue,” jelasnya.   Di dalam Lapas, Sapos melihat sejumlah warga binaan wanita sedang sibuk membuat kue kering. Di antaranya Kue Jambu, Kue Cookies Cokelat, Kue Kacang, Kue Nanas, Kue Keju, Nastar, Corn Flakes Cokelat, Kue Palem, maupun Putri Salju. Ada yang membuat adonan, ada pula yang mengurus pemanggangannya dengan oven sederhana. Setelah jadi, kue-kue tersebut dikemas dalam stoples agar terlihat menarik.   Nantinya, kue-kue tersebut akan dijual di Galeri Lapas yang berada di pelataran depan Lapas Klas IIA Samarinda dengan beragam harga.   "Rp 50 ribu untuk ukuran stoples kecil jenis Kue Semprit. Yang lain dijual dengan harga mulai Rp 100 ribu, Rp 140 ribu, Rp 150 ribu. Yang Rp 140 ribu untuk kemasan  1 Kg," jelas Endang Rutmiati selaku Kasubsi Pelaksana Kerja.   Hasil penjualannya akan dibagi. Separuh untuk pemasuan Galeri Lapas, sedangkan separuhnya diberikan kepada warga binaan yang membuat kue sebagai hasil dari kegiatan kemandirian.   "Sementara ini masih dipasarkan ke pegawai Lapas dan ke keluarga pembesuk yang datang untuk dijadikan oleh-oleh Lebaran," tutupnya. (rm-8/lee)   Sumber: http://www.sapos.co.id/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0