Penghuni Lapas Terbanyak Kasus Narkotika

Penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Kotim, terbanyak kasus narkotika, 124 (26%) orang dari total penghuni sebanyak 553 orang.
“Kedua, kasus pencurian dan ketiga kasus asusila,” kata Kepala Lapas Kelas IIB Sampit Supari, saat upacara pembacaan remisi di HUT RI ke-69 oleh Bupati Kotim Supian Hadi atas nama pemerintah RI di kepada 257 napi di lapas Kelas IIB Sampit, Minggu (17/8). Penghuni Lapas yang tersandung kasus asusila mencapai 54 kasus (10%), kasus pembunuhan 128 orang (11%), dan kasus korupsi 12 orang (2%). “Penghuninya didominasi laki-laki 524 orang dan perempuan 29 orang.” Menurut Supari, jumlah penghuni Lapas sudah melampaui kapasitas semestinya, yakni jumlah standar 200 warga binaan. Sebelumnya, dalam kondisi itu dihadapkan pada masalah kekurangan air. Namun  saat ini setelah adanya bantuan pembuatan su

Penghuni Lapas Terbanyak Kasus Narkotika
Penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Kotim, terbanyak kasus narkotika, 124 (26%) orang dari total penghuni sebanyak 553 orang.
“Kedua, kasus pencurian dan ketiga kasus asusila,” kata Kepala Lapas Kelas IIB Sampit Supari, saat upacara pembacaan remisi di HUT RI ke-69 oleh Bupati Kotim Supian Hadi atas nama pemerintah RI di kepada 257 napi di lapas Kelas IIB Sampit, Minggu (17/8). Penghuni Lapas yang tersandung kasus asusila mencapai 54 kasus (10%), kasus pembunuhan 128 orang (11%), dan kasus korupsi 12 orang (2%). “Penghuninya didominasi laki-laki 524 orang dan perempuan 29 orang.” Menurut Supari, jumlah penghuni Lapas sudah melampaui kapasitas semestinya, yakni jumlah standar 200 warga binaan. Sebelumnya, dalam kondisi itu dihadapkan pada masalah kekurangan air. Namun  saat ini setelah adanya bantuan pembuatan sumur bor dari pemda sehingga masalahnya bisa teratasi. Pada moment itu, Supian Hadi menyumbangkan uang Rp30 juta untuk warga binaan. Selain itu, Supian menyempatkan diri menghibur warga binaan dengan joget bersama. “Saya harapkan warga binaan untuk menjaga perilaku selama menjadi warga binaan. Kelak setelah bebas bisa menjadi manusia yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, orang lain dan bangsa,” pesan Supian. Pada kesempatan itu, hadir Wabup M Taufiq Mukri, Ketua DPRD Jhon Krisli, Kapolres Kotim AKBP Himawan Bayu Aji, Dandim 1015 Sampit, Letkol Kav Enda M Harahap, Kajari Sampit Nanang Ibrahim Sholeh, Kepala Pengadilan Negeri Swarsa Hidayat dan para kepala SKPD. (FI/B-5)   Sumber: http://www.borneonews.co.id/  

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0