Penuhi Syarat, WBP Jalani Asimilasi di Rumah & CB

Penuhi Syarat, WBP Jalani Asimilasi di Rumah & CB

Saumlaki, INFO_PAS – Enam Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Saumlaki dirumahkan untuk menjalani Asimilasi, Rabu (12/1). Mereka telah memenuhi syarat administratif dan susbstantif berdasarkan Peraturan Menteria Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor 43 Tahun 2021.

David Philippus selaku Kepala Subseksi Admisi dan Orientasi menjelaskan mereka telah melewati proses Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan dan dinilai layak untuk diusulkan berdasarkan penilaian pada proses pembinaan serta saran dari Wali Pemasyarakatan.  “Pemberian Asimilasi di rumah ini merupakan pertama kalinya di tahun 2022 sejak aturan tersebut diberlakukan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran Coronavirus disease (COVID-19) di lingkungan Pemasyarakatan serta mengatasi overcrowded hunian," terangnya.

Di tempat berbeda, Melkianus Jempormasse selaku Kasubsi Pembinaan meminta enam WBP tersebut menaati protokol kesehatan dan membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran COVID-19. “Jangan mengulangi tindak pidana lagi dan fokus untuk keluarga. Semoga pembinaan yang telah didapat selama di Lapas dapat diterapkan di lingkungan masyarakat nantinya,” pintanya.

Selanjutnya, didampingi penjamin dan pihak keluarga, enam WBP tersebut diserahkan kepada pihak Balai Pemasyarakatan Saumlaki yang akan melakukan pengawasan selama mereka menjalani Asimilasi di rumah. “Terima kasih kepada seluruh jajaran yang terus memberikan pelayanan hak WBP tanpa biaya apapun,” puji Kepala Lapas Saumlaki, David Lekatompessy.

 

Dari Lapas Kelas IIA Ambon, satu narapidana diminta tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum usai dibebaskan setelah mendapat program Integrasi berupa Cuti Bersyarat (CB), Kamis (13/1). Pesan tersebut disampaikan Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik, Meky Patty, kala memberikan Surat Keputusan CB kepada keduanya.

“Pemberian hak Inetgrasi selalu kami utamakan, yang terpenting narapidana telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif sebagaimana telah diatur undang-undang dan diberikan gratis tanpa dipungut biaya apapun,” ucap Meky.

Sementara itu, Kepala Lapas Ambon, Saiful Sahri, mengatakan CB merupakan hak para WBP, namun pelaksanaannya harus selektif, tepat, terpenuhi syarat administratif maupun substantifnya, dan berpedoman sesuai ketentuan yang berlaku. “CB telah melalui berbagai tahapan, baik validasi data berdasarkan berkas yang ada hingga pemeriksaan data pelanggaran tata tertib yang pernah dilakukan,” urainya

Sebelum pulang ke keluarga, WBP tersebut diantar ke kantor Bapas Ambon untuk dilakukan proses serah terima narapidana sebagai pengawas dan pembimbing selama yang bersangkutan menjalani program CB. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Saumlaki, Lapas Ambon

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0