Perkenalkan Konsep Syar’i, Ruqyah di LPP Malang Sasar Petugas & WBP

Share:

Malang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang menyelenggarakan Ruqyah Syar’iyyah Mandiri bagi petugas lapas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (13/11). Kegiatan bertema “Hidup Sehat Bersama Ruqyah Syar’iyyah Mandiri” ini menggandeng Pengurus Qur’anic Healing Indonesia (QHI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Malang.

Tujuan kegiatan dua mingguan tersebut adalah melakukan syiar Islam melalui wadah QHI, memperkenalkan konsep pengobatan syar’i sesuai syariat Islam, menanamkan pengetahuan ketauhidan/aqidah yang benar agar terhindar dari bahaya kesyirikan, serta memberikan edukasi penghuni lapas agar bisa mandiri melakukan ruqyah maupun pengobatan minimal terhadap diri sendiri.

Dalam kesempatan ini,16 petugas Lapas Perempuan Malang menjalani ruqyah yang dilakukan oleh Ustad Zohri Rahman beserta tim bidang dakwah QHI DPD Malang yang berjumlah empat orang. Sebelumnya, Ustad Zohri Rahman memberikan pemahaman kepada seluruh peserta bahwa sasaran aktifitas ruqyah bukan hanya dilakukan terkait hal-hal yang berbau non-medis atau klenik, namun juga untuk menyembuhkan hal-hal yang berbau non-klinis. Bahkan, aktivitas ruqyah juga harus dilakukan oleh orang-orang yang sudah sembuh dari gangguan yang dialaminya serta orang-orang yang sehat agar kondisi kesehatannya tetap terjaga dengan baik.

“Ibu-ibu sekalian, saat ini jumlah masyarakat yang mengalami gangguan penyakit justru semakin bertambah banyak. Bahkan tidak sedikit muncul penyakit-penyakit baru yang sulit disembuhkan dan cenderung tidak dapat disembuhkan,” terang Ustad Zohri.

Selain penyakit-penyakit medis tersebut, ia menguraikan muncul pula penyakit-penyakit non-medis yang disebabkan oleh gangguan-gangguan jin seperti galau, susah move on, LGBT, resah, risau, malas, susah dapat jodoh, susah memiliki keturunan, bahkan sakit menahun lainnya. “Penyakit-penyakit tersebut dapat digolongkan sebagai musibah yang menimpa diri kita akibat dari kelalaian kita sendiri, kesalahan kita sendiri, dosa-dosa kita sendiri sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam Al Quran QS. Asy-Syura: 30,” tambahnya.

Satu persatu, petugas Lapas Perempuan Malang menjalani ruqyah dengan khusyu dibimbing oleh tim bidang dakwah QHI DPD Malang. Penerimaan ruqyah pada masing-masing peserta berbeda-beda. Ada yang tidak merasakan dan tidak terjadi apapun terhadap tubuhnya, ada yang terasa panas dan pada sekujur tubuhnya, reaksi tubuh yang melakukan penolakan terhadap aktivitas ruqyah ini seperti muntah-muntah yang dialami oleh salah seorang petugas, serta reaksi salah satu petugas seperti ketakutan melihat makhluk gaib yang seolah-olah mendekatinya.

Alhamdulillah kegiatan dakwah tauhid dan Ruqyah Syar’iyyah ini sudah selesai. Semoga bisa menjadi salah satu cara untuk mengobati dan menyelesaikan problematika yang diakibatkan, bukan saja oleh gangguan jin dan makhluk gaib lainnya, namun juga problematika kehidupan medis lainnya,” harap salah satu petugas lapas usai ruqyah.

 

 

Kontributor: Lapas Perempuan Malang

Perkenalkan Konsep Syar’i, Ruqyah di LPP Malang Sasar Petugas & WBP | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya