PETUGAS LP RELA BERTEMU MACAN TUTUL NUSAKAMBANGAN DEMI TUGAS

Cilacap, INFO_PAS - Pelabuhan Sodong, pintu Pulau Nusakambangan menjadi titik kumpul para petugas dan masyarakat pulau tersebut. Di sinilah sejumlah fasilitas bisa mereka nikmati, mulai warung makan, hingga sinyal HP dapat diterima secara jelas. Sejumlah pegawai pada tujuh lapas yang ada di Nusakambangan pun harus rela menuju Sodong, bila ingin menelepon keluarga yang tinggal di kampung halaman. Satu diantaranya dilakukan Kalapas Pasir Putih, Tejo Harwanto. Ia harus menempuh perjalanan sekitar 17 km dari rumah dinasnya atau sekitar 20 menit. "Kalau ada apa-apa terkait pekerjaan, saya harus ke Sodong menelepon atasan di kantor pusat. Jalannya gelap. Saya sudah tiga kali bertemu dengan macan tutul. Untungnya mereka tidak menyerang, mungkin karena tahu yang lewat itu seorang kalapas," kata Tejo sambil tertawa. Pengalaman lain sulitnya berkomunikasi via HP ju

Cilacap, INFO_PAS - Pelabuhan Sodong, pintu Pulau Nusakambangan menjadi titik kumpul para petugas dan masyarakat pulau tersebut. Di sinilah sejumlah fasilitas bisa mereka nikmati, mulai warung makan, hingga sinyal HP dapat diterima secara jelas. Sejumlah pegawai pada tujuh lapas yang ada di Nusakambangan pun harus rela menuju Sodong, bila ingin menelepon keluarga yang tinggal di kampung halaman. Satu diantaranya dilakukan Kalapas Pasir Putih, Tejo Harwanto. Ia harus menempuh perjalanan sekitar 17 km dari rumah dinasnya atau sekitar 20 menit. "Kalau ada apa-apa terkait pekerjaan, saya harus ke Sodong menelepon atasan di kantor pusat. Jalannya gelap. Saya sudah tiga kali bertemu dengan macan tutul. Untungnya mereka tidak menyerang, mungkin karena tahu yang lewat itu seorang kalapas," kata Tejo sambil tertawa. Pengalaman lain sulitnya berkomunikasi via HP juga dirasakan Kasubsie Perawatan Lapas Permisan, Bambang Widianto. Bila ia sedang bertugas di lapas, ia pun sudah melepaskan semua urusan di rumah. Pria 32 tahun ini mengaku sudah dua kali tidak tahu istrinya melahirkan, yakni pada tahun 2008 dan 2011. "Saya tahunya sehari kemudian. Itu pun diberitahu oleh seorang tamping dari Lapas Terbuka," kata Bambang. Bambang juga tidak bisa segera mendapat kabar ketika sang mertua meninggal dunia. “Disini sulit komunikasi karena di Pulau Nusakambangan tidak terjangkau sinyal HP,” kata Bambang. Pegawai Lapas Batu, Nasrullah, mengungkapkan di Pulau Nusakambangan yang terpenjara tidak hanya napi namun juga petugas. "Tak hanya napi yang tidak bisa berkomunikasi ke dunia luar, kami juga sama. Harus ke Sodong,” kata Nasrullah. Lantas bagaimana dengan sejumlah temuan HP milik napi? Bila tidak ada sinyal, dimana mereka menggunakan barang itu? Pengakuan sejumlah pihak di Nusakambangan, para napi berduit itu juga menyelundupkan penguat sinyal. “Di sini sinyal HP memang sulit. Ditambah lagi ada pengacak sinyal. Tapi, bagi napi berduit, mereka tak hanya menyelundupkan HP, tapi juga menyelundupkan penguat sinyal,” sebutnya.  

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0