Petugas Rupbasan Bandung Teliti & Taksir Ulang Basan Baran KR4

Share:

Bandung, INFO_PAS – Tim peneliti dan penaksir basan baran di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Bandung melakukan penetian dan penaksiran ulang untuk basan yang sudah lama tersimpan di Rupbasan Bandung, Selasa (17/4). Tim basan yang diteliti dan ditaksir berupa kendaraan roda empat pada tingkat penyidikan, penuntutan, maupun pengadilan.

Sebelumnya, tim peneliti dan penaksir Rupbasan Bandung telah mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas petugas rupbasan melalui pendidikan dan pelatihan penilai/penafsir basan dan baran yang disenggarakan oleh Direktorat Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Negara yang bertempat di Jakarta.

Kepala Rupbasan Bandung, R. Budiman P. Kusumah, menegaskan setiap petugas harus menguasai bidang tugas, beretika, dan berintegritas. Selain itu, semua tugas harus dapat dipertanggung jawabkan, harus bisa bekerja dengan produktif dengan didukung terus peningkatan kemampuan, serta mengembangkan kemampuan diri. Salah satunya dengan mengikuti pelatihan dan bimbingan teknis.

“Dengan mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas petugas rupbasan diharapkan petugas Rupbasan Bandung dapat peningkatan kualitas kompetensi dan kemampuan terkait pemeliharaan serta pengelolaan aset negara untuk kemajuan rupbasan kedepan,” harap Budiman.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Administrasi Pemeliharaan, Tendi Suharyadi, mengingatkan sesuai dengan arahan yang disampaikan oleh Direktur Pelayanan tahanan dan Pengelolaan Basan Baran, jajaran rupbasan harus terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait penyelesaian status basan baran yang menumpuk di rupbasan dan segera melaporkannya,

Untuk itulah tim peneliti dan penaksir basan baran di Rupbasan Bandung melakukan penelitian/penaksiran ulang basan baran untuk mengetahui kerusakan dan penyusutan basan baran sebelum dibuat Berita Acara Penelitian dengan dilampiri identifikasi basan baran.

“Hal ini sebagai bahan koordinasi dengan instansi yang bertanggung jawab secara yuridis untuk proses lebih lanjut sekaligus mengimplementasikan ilmu yang didapat ketika mengikuti pelatihan penilai/penaksir basan baran,” papar Tendi.

Hal senada dikemukan oleh salah seorang tim peneliti dan penaksir basan baran Rupbasan Bandung, Fadjar Yuliono. “Penelitian ulang terhadap basan baran dilakukan enam bulan sekali sekaligus belajar untuk mengimplementasikan ilmu penilai/penaksir yang telah kami peroleh saat pendidikan dan latihan penilai/penaksir di Jakarta,” tegasnya.

 

 

 

Kontributor: Mia Susanti

Petugas Rupbasan Bandung Teliti & Taksir Ulang Basan Baran KR4 | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya