PK Bapas Ambon Dampingi Sidang ABH

PK Bapas Ambon Dampingi Sidang ABH

Ambon, INFO_PAS  Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Pertama Balai Pemasyarakatan (Bapas) Ambon, Mirela Tuapetel, mengikuti pendampingan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) berinisial AP dengan kasus pencurian, Kamis (2/9). Pendapimpingan ABH kali ini diikuti Mirela untuk bersama-sama mengikuti sidang putusan yang berlangsung secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Ambon.

Sidang dipimpin Hakim Ketua dan Hakim Anggota PN Ambon, serta dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Penyidik Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, korban, dan pelaku didampingi penasihat hukum masing-masing.

Bertugas untuk melakukan pendampingan terhadap ABH, Mirela mengatakan bahwa keterlibatan PK dalam proses pendampingan ABH bertujuan untuk memberikan masukan secara lisan. Dalam kesempatan itu, PK juga bertugas membacakan hasil penelitian kemasyarakatan berupa kesimpulan dan rekomendasi dari pihak PK Bapas Ambon.

“Rekomendasi yang dikeluarkan dari saya selaku PK Bapas adalah untuk memberikan pertimbangan kepada hakim bahwa Klien baru pernah melakukan pelanggaran tindak pidana dan masih di bawah umur. Sehingga sangat diharapkan supaya hakim dapat memberikan putusan hukuman yang ringan bagi ABH AP dan Klien tersebut ditempatkan pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Ambon sesuai dengan pasal 71 ayat (1) huruf e dengan merujuk pada pasal 85 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA),” urai PK Bapas yang akrab disapa Ella tersebut.

Berdasarkan hasil sidang putusan yang dibacakan oleh Hakim Ketua, ABH dijatuhi pidana hukuman 2 tahun 6 bulan dari ancaman hukuman JPU 3 tahun dan ditempatkan pada LPKA Ambon.

Dalam kesempatan itu, Kepala Subseksi Bimbingan Klien Anak, Nasir Nurdin, mengemukakan sudah menjadi tugas PK untuk melakukan pendampingan baik dalam tahap penyidikan di kepolisian, pendampingan di pengadilan, maupun di kejaksaan secara maksimal. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dalam melaksanakan tugas fungsi sebagai seorang PK.

“Saya berharap PK yang melakukan pendampingan terhadap proses peradilan ABH/Klien Anak dapat memperoleh kepentingan terbaik untuk Anak, sehingga dapat terpenuhi sesuai dengan UU SPPA,” tutup Nasir. (prv)

 

Kontributor: Ody S.

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0