PK Bapas Dampingi Sidang Pembelaan ABH

PK Bapas Dampingi Sidang Pembelaan ABH

Ambon, INFO_PAS – Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Muda Balai Pemasyarakatan (Bapas) Ambon menghadiri sidang atas kasus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) berinisial BR alias Ramadan di Pengadilan Negeri Kota Ambon. Kehadiran PK Muda kali ini dalam rangka melakukan pendampingan terhadap ABH BR yang diduga melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan dikenai pasal berlapis.

Agenda pada sidang yang digelar pada Jumat (17/9) siang ini adalah pembacaan pembelaan dari pihak ABH BR atas tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Ambon.

Bapas Ambon merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Maluku, di mana tugas fungsi dari Bapas adalah melakukan pendampingan, pembimbingan, pengawasan, dan penelitian kemasyarakatan (litmas). Apa yang dilakukan oleh PK Muda Bapas Ambon ini merupakan salah satu perwujudan dari tugas fungsi tersebut.

ABH BR melalui kuasa hukumnya meminta agar tidak dituntut dengan masa pidana enam tahun penjara. Alasannya, dalam fakta persidangan, yang bersangkutan bersama rekannya melakukan pembunuhan dibawah pengaruh alkohol, dan BR masih dikategorikan anak di bawah umur.

Anika Risamena, PK Muda, yang mendampingi ABH dalam sidang pembelaan mengatakan bahwa dirinya hadir dalam persidangan hanya untuk mendengarkan pembelaan dari kuasa hukum ABH. Selanjutnya, hasil dari persidangan tersebut dijadikan sebagai bahan untuk menyusun litmas yang nantinya sebagai bahan pertimbangan hakim pada saat membacakan putusan.

“Saya sebagai PK akan berusaha sekuat tenaga agar ABH BR bisa mendapatkan putusan yang ringan. Mengingat ABH BR juga masih di bawah umur. Memang, yang bersangkutan sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal, yakni melakukan tindak pidana pembunuhan bersama rekannya yang lain. Itupun ketika dirinya melakukan pembunuhan, dia masih dibawah pengaruh alkohol. Jadi, nantinya dalam penulisan penelitian litmas, sudah pasti saya merekomendasikan untuk ABH BR mendapatkan hukuman yang ringan, dan setelah sidang dilaksanakan, anak ini wajib ditempatkan pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak Ambon,” urai Anika menjelaskan. (prv)

 

Kontributor : Ody S

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0