Terima kasih tidak mengambil konten tanpa izin

PK Muda Bapas Yogyakarta Paparkan Program Alternatif Penanganan ABH

Share:

Sleman, INFO_PAS – Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Muda Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta, Jarot Wahyu Winasis, menjadi salah satu narasumber dalam forum diskusi penanganan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) di Kabupaten Sleman, Selasa (30/6). Diskusi ini diikuti oleh forum Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) Terpadu Kabupaten Sleman yang terdiri dari Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, Dinas Sosial, Dinas P3AP2KB, Dinas Pendidikan, BPRSR, BAPPEDA, PERADI, LBH Sembada, TAGANA Sleman, dll.

Bertempat di Ruang Rapat Praja II Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Jarot memaparkan program alternatif dalam penanganan ABH di Kabupaten Sleman seraya menyampaikan data jumlah ABH di Kabupaten Sleman dan kendala yang dihadapi di lapangan. Salah satunya adalah kendala tentang pemenuhan hak mendapat pendidikan bagi Anak.

“Banyak Anak yang terputus aksesnya dalam mendapatkan pendidikan ketika harus bermasalah dengan hukum,” paparnya.

Kendala kedua, lanjut Jarot, adalah permasalahan jarak dan waktu dalam penyediaan pendidikan bagi ABH. Dalam kesempatan ini, ia menawarkan program yang memerlukan dukungan dari pelbagai pihak. “Program ini bertujuan menjadi solusi dalam permasalahan yang selama ini terjadi,” tambahnya.

Sebelumnya, acara dibuka oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas P3AP2KB Sleman, Sri Budiyantiningsih, kemudian Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat, Suci Iriani Sinuraya, dan Kepala Bapas Yogyakarta, M. Ali Syeh Banna.

Budiyantiningsih menjelaskan pembahasan kali ini mendukung salah satu klaster hak Anak, yaitu di klaster 5 tentang perlindungan khusus, terutama ABH. Kegiatan ini juga membahas pemenuhan hak pendidikan ABH selama menjalani proses hukum. “Hal ini sejalan dengan program Kabupatan Sleman untuk menjadi Kota Layak Anak tahun 2019,” terangnya.

forum diskusi penanganan ABH

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat, Suci Iriani Sinuraya, mengapresiasi langkah besar yang sudah dilakukan oleh forum SPPA Terpadu yang sudah terbentuk selama dua tahun. “Sebuah langkah besar dalam pemenuhan hak-hak Anak, khususnya pendidikan, di Kabupaten Sleman ini. Saya berharap diskusi ini dapat menjadi aksi,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, M. Ali Syeh Banna selaku Kepala Bapas Yogyakarta mengajak peserta diskusi untuk bersama-sama membangun komitmen, “Anak sebagai aset negara harus bisa menjadi kebanggaan orang tua. Dalam hal pemenuhan hak pendidikan ABH, negara harus hadir. Kalau bukan kita yang peduli, lalu siapa lagi,” tegasnya.

Selain PK Muda Bapas Yogyakarta, narasumber lainnya adalah Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Dwi Yuliastuti. Ia menjelaskan dasar-dasar penanganan Anak dan program yang sudah dilaksanakan oleh dinas pendidikan di Sleman selama ini.

Diskusi pun berjalan menarik. Peserta diskusi saling melengkapi dalam rangka berbagi pandangan untuk menemukan gambaran program yang tepat untuk menjadi salah satu solusi alternatif yang komprehensif. Program yang ditawarkan akan terus disempurnakan agar dapat dilaksakan secara efektif dan efisien. Selanjutnya akan terus diadakan pertemuan-pertemuan untuk mematangkan program ini.

 

 

Kontributor: Bondan

PK Muda Bapas Yogyakarta Paparkan Program Alternatif Penanganan ABH | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya