Pondok Asimilasi Rutan Rangkasbitung Bersolek Jadi Lapas Minimum

Share:

Rangkasbitung, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Rangkasbitung terus menggeber persiapan sebagai lembaga pemasyarakatan (lapas) berkategori minimum dalam program Revitalisasi Pemasyarakatan. Hal ini terlihat dari sejumlah aktivitas di Pondok Asimilasi Rutan Rangkasbitung yang berlokasi di Jalan Bypass, Lampu Merah Sumurbuang Cibadak.

Kepala Rutan Rangkasbitung, Aliandra Harahap, menyampaikan pihaknya serius mengimplementasikan diri sebagai lapas minimum dan menjadikan Pondok Asimilasi sebagai prioritas program kerja dan target kerja keberhasilan dalam pembinaan narapidana di luar rutan/lapas.

“Kami punya potensi lahan seluas 2,4 hektar serta selaras dengan harapan pimpinan dan tujuan Undang-Undang Pemasyarakatan, terutama program Revitalisasi Pemasyarakatan. Maka, kami buat cetak biru/masterplan dan milestone pengembangan Pondok Asimilasi yang akan dihuni oleh narapidana berkategori minimum. Dalam menyongsong hal tersebut, kami sudah buat tim perumus, perancang, serta pelaksana di lapangan. Sebelumnya, kami juga sudah bekerja sama dengan tim asesmen Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten untuk mengasesmen 80 narapidana,” terang Aliandra, Rabbu (12/6).

Setelah sebelumnya berhasil panen cabai rawit dan bawang merah, saat ini Rutan Rangkasbitung juga sedang melakukan budidaya cabai dan tanaman kacang serta membuka infrastruktur jalan guna memudahkan pengawasan.

“Sebagai rumah singgah, rumah dinas saat ini sedang kami perbaiki. Kedepannya tidak hanya perkebunan dan pertanian, akan ada peternakan dan pembinaan kemandirian lainnya. Pokoknya kami lakukan sesuai masterplan sebagai lapas minimum,” urai Aliandra.

Pondok Asimilasi Rutan Rangkasbitung

Lebih lanjut, ia menambahkan pihaknya telah melakukan komunikasi dan penjajakan dengan pihak RSCM Jakarta, Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak, dan pihak swasta lainnya dalam mendukung program tersebut.

“Kami siapkan proposal kerjasama dengan RSCM. Alhamdulillah, kami tinggal menunggu jadwal pelaksanaan asesmen dari Tim Psikiater RSCM Jakarta yang akan melakukan layanan asesmen jiwa dan mental terhadap narapidana sebelum ditempatkan di lapas minimum. Untuk infrastruktur lainnya, kami terus berkomunikasi dengan pihak swasta dan pemerintah daerah untuk bersama-sama membangun tempat pembinaan bagi narapidana dan menjadikan mereka lebih produktif sesuai dengan konsep lapas minimum,” harap Aliandra yang pernah menjabat Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan ini.

Hal yang sama diamini pembina kegiatan Pondok Asimilasi Rutan Rangkasbitung, Ruli Rusandi. Ia dan jajaran siap mengembangkan Pondok Asimilasi dan menjadikan rumah pembinaan kedua di luar rutan/lapas.

Insyaallah, ini sudah on the track dan prinsipnya kami bangga apabila kedepannya Pondok Asimilasi dapat menampung dan menjadi media lebih banyak narapidana yang melakukan pembinaan disini,” pungkas Ruli.

 

 

Kontributor: Pratamadzyogas

 

Pondok Asimilasi Rutan Rangkasbitung Bersolek Jadi Lapas Minimum | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya