Produk Lapas Bisa Dijadikan Produk Unggulan Domestik

Produk Lapas Bisa Dijadikan Produk Unggulan Domestik

Ilustrasi narapidana
Jakarta - Hasil produk buatan tahanan dan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dapat menjadi salah satu unggulan di pasar domestik. Oleh karena itu, semua masyarakat diharapkan tidak lagi memandang sebelah mata dengan para narapidana dan warga binaan yang akhir-akhir ini terdapat isu yang kurang baik dimana lapas adalah salah satu media untuk jual beli barang terlarang. Demikian dikatakan Menteri Perindustrian, MS Hidayat, dalam acara pembukaan “Gelar Produk Unggulan Lapas”, y

Produk Lapas Bisa Dijadikan Produk Unggulan Domestik

Ilustrasi narapidana
Jakarta - Hasil produk buatan tahanan dan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dapat menjadi salah satu unggulan di pasar domestik. Oleh karena itu, semua masyarakat diharapkan tidak lagi memandang sebelah mata dengan para narapidana dan warga binaan yang akhir-akhir ini terdapat isu yang kurang baik dimana lapas adalah salah satu media untuk jual beli barang terlarang. Demikian dikatakan Menteri Perindustrian, MS Hidayat, dalam acara pembukaan “Gelar Produk Unggulan Lapas”, yang untuk kedua kalinya di Plasa Pameran Industri Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (22/4). Menurut Hidayat, dengan terselenggaranya gelar produk hasil lapas ini, masyarakat dapat melihat secara langsung hasil karya positif unggulan dan dengan sendirinya dapat memudarkan isu-isu kurang baik yang sedang berkembang. Hidayat mengatakan, salah satu strategi pembangunan ekonomi dan industri di Indonesia yaitu adanya kemandirian ekonomi. Saat ini kemandirian ekonomi nasional telah menjadi tuntutan riil. Ketergantungan pihak luar digugat sebagai penyelewengan mendasar dari cita-cita kemerdekaan nasional, sekaligus memperpuruk martabat, prestise dan harga diri bangsa. Salah satu tantangan Indonesia, kata Hidayat, adalah tantangan budaya, yaitu merombak paradigma untuk membentuk suatu mindset ekonomi baru yang menjamin kemandirian. Oleh karena itu, ketika krisis keuangan terjadi, kemandirian ekonomi yang di motori oleh Industri Kecil dan Menengah (IKM) tidak terkena imbas besar dalam hal pembiayaan. Sampai saat ini, kata Hidayat, pemerintah terus melakukan upaya-upaya dalam rangka membantu IKM untuk meningkatkan daya saingnya dan mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada. Oleh karena itu, kata dia, pelaku IKM diharapkan dapat bekerja lebih keras dan kreatif dalam menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN yang mulai berlaku pada tahun 2015. Hidayat berharap, para narapidana binaan lapas setelah selesai masa tahanannya dapat berwirausaha dan menghasilkan produk-produk yang kreatif. Selain itu juga akan ditindaklanjuti dengan peningkatan mutu dan pengembangan desain. Dengan mutu dan desain yang baik, maka akan memberikan nilai tambah dan daya saing yang kuat. Ia mengatakan, peningkatan mutu dan pengembangan desain merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam peningkatan daya saing produk. Oleh karena itu, hasil dari para narapidana binaan Lapas untuk memenangkan kompetisi pasar, pelaku usaha harus selalu kreatif, kaya ide atau wawasan dan gagasan sehingga mampu menciptakan sesuatu yang baru. Pemerintah juga terus berupaya memfasilitasi beberapa program telah dilaksanakan untuk pengembangan potensi IKM di Indonesia, diantaranya restrukturisasi mesin dan peralatan, pengembangan kewirausahaan, pelatihan atau magang. Hidayat mengatakan, Kemenperin sampai saat ini sedang memprioritaskan program restrukturisasi mesin/peralatan bagi IKM melalui fasilitasi potongan harga 45 persen untuk mesin rekayasa dari dalam negeri dan 35 persen untuk mesin-mesin impor. Hidayat mengharapkan dengan program ini, para narapidana yang sudah bebas dapat memanfaatkan program tersebut dan dapat lebih memahami perkembangan teknologi menciptakan produk yang lebih kreatif dan berkualitas.   Sumber: http://www.beritasatu.com/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0