Program Asimilasi Rumah Diperpanjang, Puluhan Narapidana Dibebaskan

Program Asimilasi Rumah Diperpanjang, Puluhan Narapidana Dibebaskan

Jakarta, INFO_PAS – Puluhan narapidana dikeluarkan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) melalui program Asimilasi di rumah berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 43 Tahun 2021. Sebanyak lima narapidana dikeluarkan dari Lapas Kelas III Banda Naira, Selasa (22/2). Kelimanya telah telah memenuhi syarat administratif dan substantif untuk menjalani program ini.

 

Lima narapidana tersebut diserahkan secara virtual dari pihak Lapas kepada Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ambon untuk selanjutnya diawasi selama masa Asimilasi. Kelima WBP yang mendapatkan Asimilasi di rumah telah mengikuti program-program pembinaan yang dilaksanakan oleh pihak Lapas baik itu kerohanian, kepribadian, maupun keterampilan dengan baik dan tidak ada pelanggaran tata tertib selama menjalani pidana di dalam Lapas,” tutur Kepala Subkseksi (Kasubsi) Pembinaan Lapas Banda Naira, Rustam Kasoor.

 

Raut wajah bahagia terpampang di wajah kelima narapidana tersebut ketika menerima Surat Keputusan menjalani Asimilasi di rumah. Salah satu narapidana mengucapkan terima kasih kepada jajaran Lapas Banda Naira karena telah membinanya selama menjalani pidana.

 

Kami ucapkan terima kasih yang sebesar besarnya karena sudah membina serta membimbing kami selama berada di Lapas dan kami semua akan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum lagi,” ucapnya.

 

Kepala Lapas (Kalapas) Banda Naira, Hamdani, mengingatkan kepada kelimanya untuk selalu menjaga dan mematuhi protokol kesehatan selama berada di luar Lapas.

 

 

Sementara, Lapas Kelas IIA Tenggarong hingga hari ini telah membebaskan total 68 WBP melalui peraturan ini. Ahmad Harnadi selaku Kepala Seksi Binapi Lapas Tenggarong menyampaikan bahwa pelaksanaan program Asimilasi di rumah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai salah satu komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di dalam Lapas.

 

“Program ini dimulai sejak April 2020 dan menjadi berkah tersendiri bagi WBP dapat berkumpul dengan keluarga dimasa pandemi,” ujarnya.

 

Walau demikian, pelaksanaan Asimilasi di rumah bagi WBP terdapat ketentuan yang harus tetap dipatuhi oleh mereka dan bagi yang melakukan pelanggaran dalam pelaksanaan program tersebut akan dilakukan pencabutan. “Seperti meresahkan masyarakat sekitar dan tidak melapor ke Bapas setempat, WBP tersebut akan ditarik kembali ke Lapas,” imbuh Ahmad Harnadi.

 

Hal ini juga berlaku bagi WBP yang melakukan pengulangan tindak pidana, selain menjalani sisa pidana sebelumnya akan ditambah dengan pidana baru yang dijatuhkan. “WBP yang melalukan pelanggaran program Asimilasi di rumah akan dikenakan hukuman disiplin dan akan dicatat pada buku Register F,” ujar Ahmad Harnadi.

 

Sejak pertama kali dilaksanakan, Lapas Tenggarong cukup banyak dalam memberikan program Asimilasi di rumah, bahkan terbanyak untuk wilayah Kalimantan Timur. Pada tahun 2020 Lapas Tenggarong mengeluarkan sebanyak 372 orang, semester 1 tahun 2021 sebanyak 106 orang, dan semester 2 tahun 2021 sebanyak 124 orang.

 

Ahmad Harnadi menegaskan bahwa seluruh proses pelaksanaan Asimilasi di rumah tidak dipungut biaya dan dirinya membuka ruang jika dalam pelaksanaan tersebut ada indikasi pungutan liar. Ia mengimbau jika ditemukan hal demikian, agar segera lapor baik melalui Unit Layanan Pengaduan yang ada di Lapas Tenggarong maupun langsung kepada dirinya. (prv)

 

 

Kontributor: Lapas Banda Naira, Lapas Tenggarong

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0