Program Ponpes di Lapas Efektif

JAKARTA - Program pondok pesantren (ponpes) yang diterapkan oleh sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) efektif membina para narapidana (napi). Kasubdit Komunikasi Direktorat Jenderal Lembaga Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Akbar Hadi Prabowo, mengatakan program ini berdampak positif.

Lembaga pemasyarakatan yang menjalankan program itu cenderung lebih kondusif. Jarang terjadi perkelahian. Begitu pula dari segi kebersihan, lapas dengan program pondok pesantren di dalamnya, lingkungannya terkenal rapi dan bersih. "Jumlah yang menerapkan program ini mencapai sepertiga dari 413 lapas," katanya di Jakarta, Senin (17/10).

Lapas Payakumbuh, Lapas Kelas I Tangerang, Lapas Anak Pria Tangerang, Rutan Solo, Rutan Rangkasbitung, Lapas Cilacap, dan Lapas Narkotika Nusakambangan merupakan lapas yang menerapkan program pondok pesantren. Akbar mengatakan, meski relatif berhasil pihaknya

Program Ponpes di Lapas Efektif

JAKARTA - Program pondok pesantren (ponpes) yang diterapkan oleh sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) efektif membina para narapidana (napi). Kasubdit Komunikasi Direktorat Jenderal Lembaga Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Akbar Hadi Prabowo, mengatakan program ini berdampak positif.

Lembaga pemasyarakatan yang menjalankan program itu cenderung lebih kondusif. Jarang terjadi perkelahian. Begitu pula dari segi kebersihan, lapas dengan program pondok pesantren di dalamnya, lingkungannya terkenal rapi dan bersih. "Jumlah yang menerapkan program ini mencapai sepertiga dari 413 lapas," katanya di Jakarta, Senin (17/10).

Lapas Payakumbuh, Lapas Kelas I Tangerang, Lapas Anak Pria Tangerang, Rutan Solo, Rutan Rangkasbitung, Lapas Cilacap, dan Lapas Narkotika Nusakambangan merupakan lapas yang menerapkan program pondok pesantren. Akbar mengatakan, meski relatif berhasil pihaknya belum berencana menerapkan ke seluruh lapas.

Ia mengungkapkan, pelaksanaannya selama ini sebatas kebijakan dan inisiatif kepala lapas yang bersangkutan. Apalagi, tidak semua wilayah lapas yang notabene menampung nara pidana beragama Islam. Menurut dia, selain program pondok pesantren, kegiatan rutin lain dilakukan untuk membina mental dan spiritual para narapidana.

Pihaknya, ujar dia, bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag), MUI setempat, dan majelis-majelis taklim. Aktivitas ini tak bersifat wajib. Kepala Pusat Balitbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag), Abdul Djamil, memandang perlunya variasi metode pendekatan dan pembinaan bagi para narapidana.

Menurutnya, pola yang digunakan di lapas masih bersifat konvensional. Padahal, napi yang hidup di lapas memiliki latar belakang yang hetrogen. Metode yang digunakan pun mesti menyesuaikan. "Kalau hanya satu model sering kali kurang tepat," katanya.

Contoh kasus, katanya, menghadapi tanahan kasus teroris atau tindak pidana korupsi tidak bisa disamakan dengan kasus-kasus kriminal lainnya.

Termasuk tingkat kualitas dai yang diterjunkan untuk membina mereka. Dalam konteks ini, diperlukan kualifikasi dai dengan tingkat kematangan ilmu agama yang sesuai dan mumpuni. Abdul Djamil mengakui ini tak mudah dan sumber daya manusia menjadi kendalanya.

Kt ferry kjsiHana

Sumber: republika.co.id:8080/koran/0/145691/Program_Ponpes_di_Lapas_Efektif  bataviase.co.id/node/840451

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0