REHABILITASI NARKOBA MENJADI PRIORITAS

Rehabilitasi terhadap pengguna Narkoba menjadi prioritas ke depan. Selama ini masyarakat khusunya pemakai masih merasa takut untuk melapor karena takut untuk dipidanakan. Selain itu masyarakat secara umum juga masih memiliki stigma buruk ketika salah satu anggota keluarganya terkena kasus narkoba. Berbagai masalah inilah yang membuat pencegahan dan pemberantasan narkoba kadang menemui hambatan.  Ke depan, diharapkan korban penyalahgunaan narkoba bukan lagi dipenjara namun diberikan terapi. Melalui kegiatan Peningkatan Kemampuan Petugas Terapi Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah dalam bidang Treatment, BNN membekali Petugas kesehatan lapas dan rutan dalam memberikan pelayanan dan terapi terhadap pengguna dan pecandu narkoba yang ada dilapas dan rutan. Kegiatan ini diikuti para petugas keseehatan diantaranya dokter, perawat dan psikolog dari lapas dan rutan dari seluruh Indonesia. (baca  REHABILITASI NARKOBA MENJADI PRIORITAS

Rehabilitasi terhadap pengguna Narkoba menjadi prioritas ke depan. Selama ini masyarakat khusunya pemakai masih merasa takut untuk melapor karena takut untuk dipidanakan. Selain itu masyarakat secara umum juga masih memiliki stigma buruk ketika salah satu anggota keluarganya terkena kasus narkoba. Berbagai masalah inilah yang membuat pencegahan dan pemberantasan narkoba kadang menemui hambatan.  Ke depan, diharapkan korban penyalahgunaan narkoba bukan lagi dipenjara namun diberikan terapi. Melalui kegiatan Peningkatan Kemampuan Petugas Terapi Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah dalam bidang Treatment, BNN membekali Petugas kesehatan lapas dan rutan dalam memberikan pelayanan dan terapi terhadap pengguna dan pecandu narkoba yang ada dilapas dan rutan. Kegiatan ini diikuti para petugas keseehatan diantaranya dokter, perawat dan psikolog dari lapas dan rutan dari seluruh Indonesia. (baca ditjenpas.go.id/berita-terkini/petugas-lapasrutan-ikuti-treatment-plan-rehabilitasi-narkoba ) Kegiatan yang ditutup Kamis (6/3) mengagendakan penguatan program kerja Lembaga Rehabilitasi Instansi pemerintah. Diah Setia Utami sebagai Deputi Bidang Rehabilitasi BNN menyampaikan dalam acara penutupan kegiatan bahwa narkoba terus berkembang dengan sangat cepat, saat ini telah ditemukan ratusan jenis narkoba sintetis di dunia dan 26 telah ada dan ditemukan di Indonesia. Oleh karenanya perlu dukungan dari seluruh pihak untuk bersama menanggulanginya. Lebih lanjut Diah juga menjelaskan bahwa minimnya tempat rehabilitasi di Indonesia dan masyarakat yang belum punya budaya untuk merehabilitasi secara sukarela merupakan kendala yang harus dihadapi. Sedangkan penjara atau Lapas bukanlah tempat yang terbaik untuk mereka. Dengan ini BNN berharap  adanya tempat rehabilitasi di lapas maupun rutan. BNN menyambut baik dan akan terus menunggu Kemenkumham untuk merehabilitasi mereka yang seharusnya tidak di tempatkan di dalam lapas. Tutur Diah. Para peserta mengaku senang dengan diadakannya kegiatan ini. Veronika Diaz, tenaga perawat dari Lapas Klas IIB Manokwari, menyatakan senang apalagi ini merupakan kali pertama Veronica mengikuti kegiatan seperti ini “Dengan adanya kegiatan ini kita dapat berbagi pengalaman dan informasi tentang pelayanan dan terapi terhadap para pengguna narkoba di tempat tugas masing-masing”, ujarnya. Satu hal yang disayangkan Veronika ialah terbatasnya tenaga kesehatan di tempatnya bertugas. Tidak jauh berbeda dengan Veronika, Rusman Farid petugas kesehatan dari Lapas Klas IIA Kendari menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. “Kita dapat menjalin komunikasi hingga bertukar informasi dan pengalaman antar petugas lapas dan rutan” katanya.  “Semoga kedepan kegiatan seperti ini dilakukan dari awal, mulai pelatihan skrining, asesmen dan selanjutnya ke tahap rehabilitasi seperti sekarang ini”, harap Farid.***  

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0