Rutan Fasilitasi Sidang Online bagi WBP

Rutan Fasilitasi Sidang Online bagi WBP

Ambon, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon memfasilitasi sidang online bagi tahanan sebagai hasil tindak lanjut dari koordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon dan Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Rabu (6/10). Langkah antisipasi ini merupakan upaya pencegahan penyebaran Coronavirus disease (COVID-19).

Pelaksana Tugas Kepala Rutan (Karutan) Ambon, Fifi Firda, menjelaskan pihaknya memfasilitasi sidang tahanan dengan sistem teleconference. Hal ini juga merupakan tindak lanjut regulasi dan perintah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI yang melibatkan penegak hukum terkait, baik Mahkamah Agung maupun Kejaksaan Agung.

Selama proses persidangan, para Hakim berada di ruang sidang pengadilan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Aula Kejari, dan terdakwa atau tahanan berada di Rutan Ambon dengan pengawasan petugas. “Sidang online dilaksanakan di ruang pelayanan tahanan. Kami siapkan sarana pendukung, seperti kamera dan speaker guna kelancaran sidang,” jelas Fifi.

Sidang online ini juga bertujuan menjamin kepastian hukum bagi tahanan yang sedang berproses di pengadilan. “Selain berupaya dalam pencegahan COVID-19, kami juga tetap melaksanakan tugas dan fungsi yang menjadi tanggung jawab sebagai Aparatur Sipil Negara,” pungkas Fifi. 

Hal serupa dilakukan Rutan Masohi dengan pemberian layanan sidang online bagi para tahanan dalam pencegahan penyebaran COVID-19, Rabu (6/10). Sidang online sebelumnya sempat terhambat karena jaringan yang kurang mendukung yang disebabkan gangguan pada kabel dari bawah laut sehingga pihak terkait dalam persidangan, seperti Kejari Maluku Tengah dan PN Kota Masohi memutuskan untuk melaksanakan sidang secara tatap muka.

 

Karutan Masohi, Bayu Muhammad, menyampaikan pemberian layanan sidang online akan terus diberikan selama masa pandemi masih berlanjut sehingga para tahanan masih dapat menyelesaikan masalah hukum yang menjerat. “Kendala jaringan merupakan force majeure yang tidak bisa kami hindari karena jaringan provider pada Maluku Tengah sangat terbatas sehingga pemberian layanan sidang online sempat terputus,” ungkap Bayu.

 

Setelah jaringan internet di Kota Masohi kembali stabil, Rutan Masohi dengan segera berkoordinasi ulang dengan Kejari Maluku Tengah dan PN Kota Masohi sehingga dapat melanjutkan persidangan secara virtual.

 

Sidang online yang diikuti oleh dua tahanan kali ini merupakan sidang pembacaan surat dakwaan. Pada persidangan tersebut, Hakim Ketua Sidang meminta terdakwa untuk mendengarkan dengan saksama pembacaan surat dakwaan dan mempersilakan JPU untuk membacakan surat dakwaan. Selanjutnya, Hakim Ketua Sidang menanyakan kepada terdakwa apakah mengajukan keberatan (eksepsi) terhadap dakwaan JPU atau tidak dengan hasil kedua tahanan sama-sama menerima dakwaan. (IR)

 

 

Kontributor: Rutan Ambon, Rutan Masohi

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0