Rutan Purworejo Gelar Case Conference Implementasi Revitalisasi Pemasyarakatan

Share:

 

Purworejo, INFO_PAS – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan)  Purworejo, mengundang Kepala Balai Pemasyarakatan  (Bapas) Magelang beserta Jabatan Fungsional Pembimbing Kemasyarakatan (JF PK) dan Asisten Pembimbing Kemasyarakatan  (APK) terkait case conference. Selain JF PK dan APK Bapas Magelang kegiatan juga dihadiri oleh wali pemasyarakatan Rutan Purworejo,  Tim Psikologi Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP Purworejo). Kegiatan ini berlangsung pada pukul 09.00 WIB bertempat di Aula Rutan Purworejo, Selasa (14/5).

Rutan Purworejo Gelar Case Conference Implementasi Revitalisasi Pemasyarakatan

 Case Conference dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan implementasi revitalisasi pemasyarakatan serta perawatan tahanan dan pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Case Conference  merupakan Pembahasan Kasus, yaitu pertemuan antara beberapa profesi untuk membicarakan suatu kasus dalam kaitannya dalam penanganan atau pemecahan masalah klien.

“Assesment ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perilaku tahanan dan WBP sehingga nantinya dapat dikategorikan penempatannya baik di Lapas Maximum, Medium,  maupun Mininum Security,” jelas Kepala Rutan Purworejo, Lukman Agung Widodo.

Kepala Bapas Magelang juga menyampaikan adanya tim asesor dari psikologi UMP Purworejo ini dapat membantu kajian dalam tugas fungsi terkait penentuan rekomendasi PK dan APK dalam litmas.

Rutan Purworejo Gelar Case Conference Implementasi Revitalisasi Pemasyarakatan

Isna selaku Kepala Prodi Psikologi UMP Purworejo mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai tindak lanjut kerjasama yang telah dilakukan dengan Rutan Purworejo. Diharapkan hasil asessment yang dilakukan dapat membantu upaya revitalisasi pemasyarakatan. Dalam pemaparan oleh tim psikologi UMP Purworejo dijelaskan bahwa pelaksanaan asesment telah dilaksanakan kepada 129 WBP Rutan Purworejo  sejak (16/4) hingga (10/5)

Penelitian yang dilakukan meliputi beberapa aspek identitas diri,  keluarga,  interaksi sosial,  riwayat hukum,  penyalahgunaan narkotika dan alkohol,  risiko bunuh diri,  kesehatan mental, kesehatan fisik, dan kebutuhan penanganan khusus.  Dari penelitian tersebut terdapat WBP yang mengalami indikasi masalah mental seperti yg stres,depresi,cemas dan keinginan bunuh diri yang rata-rata terjadi pada tahanan baru.

Hasil assessment tersebut nantinya akan digunakan sebagai salah satu pertimbangan penempatan tahanan, perawatan fisik, dan kesehatan mental. Di dalam Rutan terdapat perawatan dan pembinaan terhadap WBP.  Perawatan ini bisa dilakukan baik fisik maupun mental.  Kondisi mental yang mumpuni untuk beradaptasi di dalam Rutan dan untuk persiapan kembali di masyarakat.

Rutan Purworejo Gelar Case Conference Implementasi Revitalisasi Pemasyarakatan

PK dalam hal ini menyampaikan bahwa perlu adanya pembahasan yang lebih mendalam terkait cara asesment menggunakan instrumen yang sudah digunakan oleh pihak UMP untuk mendapatkan rekomendasi yang valid. Begitu juga dengan pihak wali dari Rutan Purworejo juga membutuhkan pengetahuan terkait kejiwaan dan konseling terhadap WBP sehingga WBP dengan risiko tinggi dapat dilakukan konseling sehingga risikonya menjadi rendah. Hasil pertemuan ini akan dibahas kembali dalam forum Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) oleh Rutan Purworejo dan Bapas Magelang.

 

Kontributor : Rutan Purworejo

 

Rutan Purworejo Gelar Case Conference Implementasi Revitalisasi Pemasyarakatan | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya