RUTAN SOLO BEKALI WARGA BINAAN DENGAN KETERAMPILAN

Solo – Warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas 1 Solo mendapat bimbingan pelatihan keterampilan berupa pembuatan produk kreatif. Hal itu dilakukan, selain mengisi waktu, juga untuk membekali warga binaan manakala mereka bebas dari Lapas. Kasi Pelayanan Tahanan, Edy Susetyo, mengatakan di Lapas Kelas 1A Solo ada sebuah tempat dinamakan bengkel kreatif. Di bengkel ini, dilakukan berbagai proses pembuatan produk kreatif seperti miniatur kapal, celengan, pagar teralis hingga sangkar burung. “Hal ini kami lakukan supaya mereka dapat menjadi manusia yang berguna saat kembali ke masyarakat,” terangnya. Adapun untuk dapat masuk bengkel kreatif, minimal warga binaan harus melewati sepertiga atau separuh masa tahanan. Pihak lapas juga menyeleksi secara ketat warga binaan mem
RUTAN SOLO BEKALI WARGA BINAAN DENGAN KETERAMPILAN

Solo – Warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas 1 Solo mendapat bimbingan pelatihan keterampilan berupa pembuatan produk kreatif. Hal itu dilakukan, selain mengisi waktu, juga untuk membekali warga binaan manakala mereka bebas dari Lapas. Kasi Pelayanan Tahanan, Edy Susetyo, mengatakan di Lapas Kelas 1A Solo ada sebuah tempat dinamakan bengkel kreatif. Di bengkel ini, dilakukan berbagai proses pembuatan produk kreatif seperti miniatur kapal, celengan, pagar teralis hingga sangkar burung. “Hal ini kami lakukan supaya mereka dapat menjadi manusia yang berguna saat kembali ke masyarakat,” terangnya. Adapun untuk dapat masuk bengkel kreatif, minimal warga binaan harus melewati sepertiga atau separuh masa tahanan. Pihak lapas juga menyeleksi secara ketat warga binaan memiliki potensi kreatif dan dapat mengembangkan kreativitasnya.“Tanpa kemauan dari mereka sendiri ya mereka tidak ada di sini. Kami tidak bisa memaksa,” ungkap Edy Susetyo. Sampai saat ini, tercatat ada 13 warga binaan di dalam bengkel kreatif. Pekerjaan mereka dimulai pukul 07.30 WIB hingga 13.30 WIB. Produk kreasi warga binaan dipasarkan di luar Lapas. Sementara hasilnya digunakan untuk mengupah, membeli bahan serta pemasukan kas negara. “Hrga bervariatif, misal replika perahu dijual sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu, sangkar burung dijual sekitar Rp 50 ribu, sedangkan celengan durian kisaran Rp 25 ribu sampai Rp 40 ribu. Intinya harga disesuaikan dengan kebutuhan pasar,” kata Edy. Sementara itu, salah seorang warga binaan, Dimas Setiawan (18), warga Baki, Sukoharjo mengaku sangat bersyukur dibekali keterampilan membuat celengan hias berbentuk buah durian. Dirinya bertekad setelah keluar dari Lapas akan mengembangkan kemampuannya. “Awalnya tidak bisa membuat keterampilan seperti celengan ini, tapi setelah dilatih oleh senior lama-lama bisa,” terang warga binaan dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak itu. Editor : Andi Penowo Sumber: www.timlo.net

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0