SATGAS RUTAN MARABAHAN MAKSIMALKAN UPAYA KEBERSIHAN

Marabahan, INFO_PAS – Sejak dibentuk satuan tugas (satgas) kebersihan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Marabahan, kegiatan kebersihan pun semakin digalakkan. Setidaknya setiap tiga hari sekali dilakukan kerja bakti oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan petugas rutan. Upaya lain yang dilakukan satgas kebersihan Rutan Marabahan adalah memastikan pemenuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari WBP seperti mandi, cuci, dan lain-lain. Kepala Rutan (Karutan) Marabahan, Sutrasno, menjelaskan kondisi rutan yang berada di wilayah rawa pasang surut cukup menyulitkan upaya pembersihan rutan. “Dimusim hujan, air membanjiri dan masuk ke lingkungan rutan dan meninggalkan sampah dimana-mana. Sedangkan dimusim kemarau air sangat sulit didapatkan, terlebih tanah gambut yang ada menambah rawan terjadinya kebakaran,” ungkap Sutrasno. Sebenarnya pihak rutan sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi masalah tersebut, seperti pembuatan sumur biasa maupun sumur bo

SATGAS RUTAN MARABAHAN MAKSIMALKAN UPAYA KEBERSIHAN
Marabahan, INFO_PAS – Sejak dibentuk satuan tugas (satgas) kebersihan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Marabahan, kegiatan kebersihan pun semakin digalakkan. Setidaknya setiap tiga hari sekali dilakukan kerja bakti oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan petugas rutan. Upaya lain yang dilakukan satgas kebersihan Rutan Marabahan adalah memastikan pemenuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari WBP seperti mandi, cuci, dan lain-lain. Kepala Rutan (Karutan) Marabahan, Sutrasno, menjelaskan kondisi rutan yang berada di wilayah rawa pasang surut cukup menyulitkan upaya pembersihan rutan. “Dimusim hujan, air membanjiri dan masuk ke lingkungan rutan dan meninggalkan sampah dimana-mana. Sedangkan dimusim kemarau air sangat sulit didapatkan, terlebih tanah gambut yang ada menambah rawan terjadinya kebakaran,” ungkap Sutrasno. Sebenarnya pihak rutan sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi masalah tersebut, seperti pembuatan sumur biasa maupun sumur bor yang bekerjasama dengan dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Barito Kuala untuk pemenuhan kebutuhan air bersih. Namun air yang didapat justru keruh dan berbau. Padahal prosedur pengeboran sudah sesuai dengan kedalaman pengeboran yang ditentukan. “Upaya kebersihan yang kami lakukan sudah maksimal. Namun dengan kondisi alam yang ada cukup menghambat kegiatan disini, sekarang yang dapat kami lakukan adalah menambah pembuatan dan kedalaman sumur-sumur alami agar kuantitas dan kualitas air bersih tetap terjaga untuk keperluan disini,” tutur pungkas Karutan. (IR)   Kontributor: Aris Prianda

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0