SELAMA RAMADHAN, PENGHUNI RUTAN JUSTRU BERTAMBAH

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Selama bulan Ramadhan ini, jumlah tahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Banda Aceh yang berlokasi di Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, justru terus bertambah. Selama bulan Juli ini saja ada 21 tahanan yang dititip polisi atau jaksa ke rutan itu karena melakukan tindak pidana pencurian, penggelapan, narkoba, dan lainnya.   Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kajhu, Yusaini SE, kepada Serambi, Jumat (25/7/2014) pagi mengatakan, jumlah tahanan di rutan itu meningkat hampir setiap hari selama Ramadhan 1435 Hijriah ini. "Jumlah tahanan yang masuk dengan napi yang bebas di sini ibaratnya dua banding lima. Dua orang bebas, lima orang masuk," ungkap Yusaini.   Pada 1 Juli lalu, jumlah penghuni Rutan Kajhu hanya 340 orang. Tapi selama Ramadhan ini jumlahnya bertambah dua hingga lima orang per hari. "Kendati ada juga napi yang bebas selama puasa, namun jumlah tahanan yang masuk lebih banyak. Sampai har
SELAMA RAMADHAN, PENGHUNI RUTAN JUSTRU BERTAMBAH

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Selama bulan Ramadhan ini, jumlah tahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Banda Aceh yang berlokasi di Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, justru terus bertambah. Selama bulan Juli ini saja ada 21 tahanan yang dititip polisi atau jaksa ke rutan itu karena melakukan tindak pidana pencurian, penggelapan, narkoba, dan lainnya.   Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kajhu, Yusaini SE, kepada Serambi, Jumat (25/7/2014) pagi mengatakan, jumlah tahanan di rutan itu meningkat hampir setiap hari selama Ramadhan 1435 Hijriah ini. "Jumlah tahanan yang masuk dengan napi yang bebas di sini ibaratnya dua banding lima. Dua orang bebas, lima orang masuk," ungkap Yusaini.   Pada 1 Juli lalu, jumlah penghuni Rutan Kajhu hanya 340 orang. Tapi selama Ramadhan ini jumlahnya bertambah dua hingga lima orang per hari. "Kendati ada juga napi yang bebas selama puasa, namun jumlah tahanan yang masuk lebih banyak. Sampai hari ini, jumlah tahanan sudah mencapai 361 orang," sebut Yusaini yang akrab dipanggil Adek. Tahanan yang masuk ke Rutan Kajhu itu, kata Yusaini, merupakan tahanan titipin dari polisi, jaksa, atau hakim (pengadilan).   Menurut Yusaini, bulan puasa merupakan masa yang rentan bagi masyarakat Aceh dalam kaitannya dengan tindak kriminal. Ada banyak kasus yang terjadi di bulan ini, seperti pencurian, perampasan, penggelapan, penodongan, narkoba, dan beberapa kasus lainnya. Namun, kasus narkoba yang paling banyak terjadi selama puasa ini.   Hasil konfirmasi Yusaini ke sejumlah rutan lainnya di Aceh, ternyata trennya rata-rata sama. Kasus narkoba, pencurian, dan penggelapan mendominasi.   Untuk kasus pencurian itu, Yusaini mengaku tahu pasti apa motifnya. "Tapi asumsi kita bisa jadi karena faktor impitan ekonomi, sementara kebutuhan menjelang Lebaran sangat banyak, sehingga terjadilah pencurian, penggelapan, penjambretan, dan penodongan. Bisa juga mereka melakukan itu karena butuh uang lantaran ketergantungan pada narkoba. Tapi wewenang polisilah untuk menyelidiki motif dari setiap kasus itu," kata Kasubsi Pelayanan Rutan Kajhu ini.   Ramadhan di Rutan   Selama puasa, kata Yusaini, penghuni rutan dibina secara mental dan rohani. Pihak rutan mengadakan Tarawih berjamaah, mengundang penceramah dari luar, dan memperingati Nuzulul Quran.   Rutan juga menerapkan sistem kekeluargaan dalam membina penghuninya, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.   Dari 361 warga binaan tersebut, kata Yusaini, sebanyak 115 napi mendapatkan remisi khusus (RK) pada Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal nanti. Sedangkan 117 orang lagi mendapat remisi umum (RU) pada 17 Agustus (Hari Kemerdekaan RI).   "Remisi akan diumumkan setelah shalat Id. Tujuannya untuk menyenangkan hati mereka (napi), walaupun mereka tidak bisa merayakan Lebaran dengan keluarganya, tapi mereka bahagia mendengar remisi yang diberikan," demikian Yusaini. (*/dik)   Sumber : serambinews.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0