Sesditjen PAS: Evaluasi Kinerja untuk Pemasyarakatan Lebih Baik

Share:

Jakarta, INFO_PAS – Sekretaris  Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS), Sri Puguh Budi Utami tegaskan bahwa Ditjen PAS mengedepankan program prioritasnya untuk terus meningkatkan kinerja layanan pemasyarakatan menjadi lebih baik.

“Ditjen PAS menyusun langkah dan mengedepankan program prioritas serta melakukan evaluasi kinerja untuk meningkatkatkan layanan kinerja Pemasyarakatan menjadi lebih baik,” ungkapnya dalam rapat evaluasi kinerja Ditjen PAS Tahun 2016, Senin (19/12).

Menurutnya, dalam kondisi Pemasyarakatan yang tengah mengalami over kapasitas, jajaran Ditjen PAS selaku pemegang kebijakan harus cermat mengelola dan menyerap anggaran yang disiapkan untuk memaksimalkan penyelenggaraan sistem pemasyarakatan di Indonesia.

Dalam kegiatan itu, jajaran Ditjen PAS memaparkan kinerja yang telah dilaksanakan berdasarkan penyerapan anggaran untuk program prioritas yang telah disusun tiap-tiap Direktorat dalam penyelenggara sistem pemasyarakatan.

Direktur Keamanan dan Ketertiban DitjenPAS, Sutrisman dalam pemaparannya mengatakan pihaknya telah meningkatkan kualitas pengelolaan keamanan dan ketertiban serta meningkatkan layanan pengaduan sesuai standar.

“ 459 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan telah melaksanakan layanan pengaduan sesuai standar dan kami juga telah meningkatkan pencegahan serta  pemeliharaan keamanan dan ketertiban di seluruh UPT Pemasyarakatan di Indonesia,” tutur Sutrisman.

“Total gangguan keamanan dan ketertiban yang terjadi sepanjang 2016 berjumlah 106 kasus, dan kesemuanya dapat diatasi dan diantisipasi dengan baik. Sementara untuk pengaduan, kami menerima 115 pengaduan dari masyarakat baik yang sumir dan yang terbukti untuk segera ditindak, serta  yang akurat dari intelegen internal, ” sambungnya.

Selanjutnya, Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Ditjen PAS, Azminan Mirza menerangkan bahwa saat ini Ditjenpas melalui Direktorat Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi telah menerapkan standar makanan sesuai  angka kecukupan gizi nasional untuk penghuni di lapas dan rutan di Indonesia.

Ia juga menjelaskan bahwa telah menjalankan banyak program bidang kesehatan dan rehabitasi narapidana narkotika bekerjasama dengan BNN , Kemenkes dan Kemensos.

Direktur Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Barang Sitaan dan Barang Rampasan Negara Ditjen PAS, Wahiddin juga menyatakan Direktorat yang dipimpinnya telah melakukan penyerapan anggaran 99,99% untuk melaksanakan program prioritas yang telah disusun, khususnya untuk pertukaran data tahanan dan pengelolalaan dan penguatan fungsi Rupbasan (Rumah tempat penyimpanan barang sitaan dan barang rampasan negara).

Sementara itu, Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Prosduksi Ditjen PAS, Ilham Djaja dalam paparannya mengatakan kenirja yang dilakukan oleh jajarannya bahkan telah melebihi target. Hal itu terlihat jelas di lapas dan rutan dimana sektor keterampilan, kerajinan dan industri menjadi pilihan menarik bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk berkarya di dalam Lapas dan Rutan.

“Kami berhasil menyerap anggaran sebesar 99,96% untuk program pembinaan yang telah diprioritaskan di tahun 2016. Terdapat Peningkatan pembinaan dan latihan keterampilan WBP hingga Ditjen PAS berhasil meyakinkan pasar dengan menggelar sejumlah pameran yang terbilang sukses dengan omset yang sangat memuaskan,” ujarnya.

Direktur Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak Ditjen PAS, DJoko Setiono turut pula memaparkan bahwa jajarannya telah menyerap anggaran sebesar 99, 801% untuk meningkatkan kualitas bimbingan kemasyarakatan serta meningkatkan kualitas pelaksanaan pendidikan dan pengentasan anak di dalam lapas.

“Kita pastikan pelaksanaan pendidikan sesuai dengan standar penyelenggaraan pendidikan kesetaraan program paket A, paket B, dan paket C serta standar pelayanan pendidikan khusus, ungkapnya.

Selanjutnya, Direktur Teknologi Informasi dan Kerjasama Ditjen PAS, Aman Riyadi menuturkan bahwa Ditjen PAS telah mencapai target peningkatan kualitas kerjasama baik dalam dan luar negeri untuk penyelenggaraan Pemsyarakatan yang lebih baik.

Untuk Teknologi Informasi, Aman mengklaim Ditjen PAS telah diakui eksistensinya dalam memberikan data dan informasi ke pada masyarakat melalui teknologi informasi. Hal itu didukung pula dengan ditingkatkannya kualitas layanan informasi berbasis teknologi Informasi yang disajikan Ditjen PAS.

“Kedepan, kita masih akan menyiapkan beberapa inovasi di bidang layanan teknologi informasi untuk memudahkan masyarakat mendapatkan haknya mengetahui informasi tentang Pemasyarakatan,” pungkas Aman. ***

 

Penulis: Nanda Hakiki

Sesditjen PAS: Evaluasi Kinerja untuk Pemasyarakatan Lebih Baik | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya