Sidang TPP Awal Tahun Rutan Prabumulih

Prabumulih, INFO_PAS - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Prabumulih kembali gelar sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) sebagai salah satu syarat bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk mengikuti Program Pembinaan Lanjutan, Sabtu (10/1). “Sidang TPP ini adalah kali pertama di tahun 2015, ketelitian dan kejelian para petugas kita uji dalam sidang kali ini, karena sidang ini sebagai syarat untuk bisa mengajukan Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB) dan Cuti Menjelang Bebas (CMB),” ujar Kepala Rutan Prabumulih, Syukron Hamdani. Sidang yang dipimpin langsung oleh Karutan dan dihadiri 15 orang wali dari Petugas Rutan ini diikuti oleh 9 orang WBP yang terdiri dari 8 orang pria dan 1 orang Wanita. “Mereka dari berbagai kasus seperti Narkoba, kriminal, undang-undang lalu lintas dan undang undang perlindungan anak,” jelas Syukron. “WBP selain kita uji tata cara Sholat juga kita tambah dengan hapalan 10 ayat Al Qur'an baik itu ayat/su

Sidang TPP Awal Tahun Rutan Prabumulih
Prabumulih, INFO_PAS - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Prabumulih kembali gelar sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) sebagai salah satu syarat bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk mengikuti Program Pembinaan Lanjutan, Sabtu (10/1). “Sidang TPP ini adalah kali pertama di tahun 2015, ketelitian dan kejelian para petugas kita uji dalam sidang kali ini, karena sidang ini sebagai syarat untuk bisa mengajukan Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB) dan Cuti Menjelang Bebas (CMB),” ujar Kepala Rutan Prabumulih, Syukron Hamdani. Sidang yang dipimpin langsung oleh Karutan dan dihadiri 15 orang wali dari Petugas Rutan ini diikuti oleh 9 orang WBP yang terdiri dari 8 orang pria dan 1 orang Wanita. “Mereka dari berbagai kasus seperti Narkoba, kriminal, undang-undang lalu lintas dan undang undang perlindungan anak,” jelas Syukron. “WBP selain kita uji tata cara Sholat juga kita tambah dengan hapalan 10 ayat Al Qur'an baik itu ayat/surat pendek dan panjang. Nah, disini para wali pemasyarakatan kita tuntut lebih teliti. Warga Binaan Pemasyarakatan sewaktu kita tes harus dengan suara lantang agar semua tim TPP bisa mendengar dan meneliti benar atau salah dalam membaca/melapas ayat/surat hapalan yang kita ujikan,”  tambahnya. Syukron berharap hapalan ayat dan tata cara sholat ini tidak hanya sekedar dijadikan syarat untuk mengajukan PB, CB dan CMB saja, namun semua pelajaran ini semoga bisa berguna dan menjadi pengetahuan bagi WBP sampai mereka menghirup udara kebebasan. “Mudah-mudahan bisa berguna di masyarakat tempat tinggal dirinya dan keluarganya ketika bebas nanti,” harapnya. Dari ke 9  orang WBP yang mengikuti program pembinaan lanjutan dalam sidang TPP kali ini hanya 5 orang yang lulus dan 4 orang WBP tidak lulus. “Kita akan beri kesempatan untuk belajar selama 2 sampai 3 hari kedepan kemudian akan kita uji lagi,” pungkas Syukron. (JP)   Kontributor : Syukron

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0