Suka Duka Anak-Anak Lapas Saat Ikut UN

TANGERANG – Tidak ada halangan untuk mengikuti ujian Nasional (UN) bagi para siswa yang bermasalah. Salah satunya bagi para siswa di lembaga permasyarakatan (lapas), mereka juga bisa kok ikut UN.   Selain senang bisa mengikuti UN, anak-anak di lapas ini sangat bersemangat. Pasalnya, walaupun mereka harus mendekam di lapas, namun mereka bisa melanjutkan pendidikannya. Yuk, kita simak cerita-cerita dari beberapa peserta UN di lapas Anak Pria Tangerang. "Luar biasa dahsyatnya," teriak para peserta UN yang beberapa di antaranya berstatus sebagai Anak Didik Lapas (Andikpas) serentak saat ditanya kabar mereka, di Tangerang, Senin (14/4/2014). Mereka pun sedikit bernyanyi yel-yel penyemangat dan mars lapas. Mereka telah dibimbing secara akademis selama satu tahun dengan waktu selama empat jam per hari, empat hari seminggu. Dua hari digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) dan sehari diberikan untuk beristirahat. "Yah, bagaimana sih k

TANGERANG – Tidak ada halangan untuk mengikuti ujian Nasional (UN) bagi para siswa yang bermasalah. Salah satunya bagi para siswa di lembaga permasyarakatan (lapas), mereka juga bisa kok ikut UN.   Selain senang bisa mengikuti UN, anak-anak di lapas ini sangat bersemangat. Pasalnya, walaupun mereka harus mendekam di lapas, namun mereka bisa melanjutkan pendidikannya. Yuk, kita simak cerita-cerita dari beberapa peserta UN di lapas Anak Pria Tangerang. "Luar biasa dahsyatnya," teriak para peserta UN yang beberapa di antaranya berstatus sebagai Anak Didik Lapas (Andikpas) serentak saat ditanya kabar mereka, di Tangerang, Senin (14/4/2014). Mereka pun sedikit bernyanyi yel-yel penyemangat dan mars lapas. Mereka telah dibimbing secara akademis selama satu tahun dengan waktu selama empat jam per hari, empat hari seminggu. Dua hari digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) dan sehari diberikan untuk beristirahat. "Yah, bagaimana sih kalau pelajaran tiga tahun dipadatkan setahun? Lumayan juga," ujar salah seorang peserta UN. Dia bukanlah Andikpas maupun warga binaan, melainkan peserta dari luar lapas yang mengikuti kejar paket. Dirinya mengaku ayahnya bekerja di lapas, sehingga memiliki akses untuk mengikuti kejar paket di Lapas dengan gratis. Peserta UN lainnya mengatakan, untuk belajar di lapas menggunakan bahan-bahan dari perpustakaan. "Yang diambil poin-poin penting saja, rumus dan lainnya untuk pengembangan belajar sendiri," ucapnya. Ketika ditanya kenapa ingin mengambil Paket C, dirinya mengatakan karena terkena kasus narkoba. "Dua tahun yang lalu dihukum narkoba," ungkapnya. Lelaki yang berasal dari Banyumas ini dan tinggal di Serpong itu mengikuti program dari lapas di program studi (prodi) IPS. Sementara peserta UN lainnya, yang juga mempunyai kasus asusila mengatakan bahwa sudah 1,2 tahun berada di lapas dan mengambil program IPS. "Belajarnya setiap Senin, Kamis, Jumat, dan Sabtu. Saya masih mau kuliah di jurusan Ekonomi Bisnis," tutur peserta yang terkena kasus narkoba itu. (ade) Sumber : Koran-Indonesia.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0