Sukacita Natal, WBP Terima Hak Reintegrasi & Bebas Murni

Sukacita Natal, WBP Terima Hak Reintegrasi & Bebas Murni

Tual, INFO_PAS - Perayaan Natal Oikumene di Aula Karel Sadsuitubun Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual berlangsung penuh kasih dan sukacita, Senin (27/12). Momen penting dan tak terlupakan juga dirasakan salah satu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mendapat Pembebasan Bersyarat (PB).

Perayaan Natal Oikumene yang dilaksanakan keluarga besar Lapas Tual juga disiarkan langsung pada kanal YouTube Humas Lapas Tual bertema “Merayakan Natal dengan Rendah Hati dan Setia (Matius 1:18-25)”. Pada kesempatan itu, WBP berinisial MD menyampaikan curahan hati selama menjalani masa hukuman di Lapas.

“Saya senang sekaligus sedih dalam perayaan ini karena akan meninggalkan Lapas usai mendapat PB,” ucapnya seraya menangis.

Kepala Lapas (Kalapas) Tual, Kodir, yang mengikuti perayaan Natal Oikumene mengucapkan selamat kepada WBP telah menerima PB. “Kami keluarga besar Lapas Tual mengucapkan Selamat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Selamat kepada MD yang menerima PB. Semoga ke depannya bisa menjadi masyarakat yang berguna bagi bangsa dan negara,” harap Kodir. 

Dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon, tiga WBP juga bisa menghirup udara bebas usai mendapat PB dan Cuti Bersyarat (CB), Selasa (28/12). Mereka adalah WBP berinisial FS, M, dan MG.

Kepala Rutan Ambon, Jose Quelo menjelaskan setiap WBP berhak mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan program Asimilasi di rumah, CB, PB, maupun Cuti Menjelang Bebas (CMB) sebagaimana aturan yang telah ditentukan jika sudah memenuhi segala persyaratan administratif. "Apabila WBP telah selesai menjalani masa pidananya di Rutan dan memenuhi semua persyaratan administratif, maka secepat mungkin dibebaskan sebab itu adalah hak mereka untuk mendapatkan kebebasan," ujarnya.

Jose berharap WBP tidak mengulangi kesalahan dan berulah lagi yang dapat mengakibatkan mereka kembali lagi ke Rutan Ambon. “Selamat kembali berkumpul dengan keluarga dan masyarakat. Jangan mengulangi kesalahan yang melanggar hukum, tetap patuhi protokol kesehatan, dan semoga dapat mengimplementasikan ilmu yang didapatkan selama menjalani pembinaan di Rutan,” pesannya.

Ketiga WBP mengucapkan banyak terima kasih kepada Rutan Ambon atas pembinaan yang selama ini diberikan. Mereka berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang dapat terjerat masalah hukum lagi dan akan mengimplementasikan ilmu yang didapat di Rutan di luar nanti. 

Dari Lapas Saparua, satu WBP berisial ST resmi bebas murni usai menjalani pidana lebih kurang enam bulan dalam kasus kekerasan usai memenuhi persyaratan administratif, Selasa (28/12). Pengeluaran WBP berlangsung dengan baik dan aman sesuai Standar Operasional Prosedur.

Ernes L. Laturette selaku Kalapas Saparua menuturkan pihaknya terus berkomitmen untuk mewujudkan Pemasyarakatan yang bersih dan melayani, utamanya dalam pemenuhan hak-hak WBP. “Kami pastikan hak-hak WBP di sini terpenuhi, salah satunya kelengkapan administrasi untuk mendapatkan hak bebas murni, PB, CB, CMB, maupun hak-hak lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, Rafel P. Wosia selaku Kepala Subseksi Admisi dan Orientasi mengatakan pihaknya telah memastikan seluruh kelengkapan administrasi WBP sehingga proses pengeluarannya tepat pada waktunya. “Satu pekan sebelumnya, kami telah memeriksa dan meneliti kelengkapan berkas administrasinya sehingga pada tanggal yang telah ditentukan WBP tersebut langsung dibebaskan,” jelas Rafel.

Perasaan senang terpancar dari raut wajah ST. “Puji Tuhan, saya berhasil melewati ini semua. Saya sangat bersyukur atas apa yang terjadi dalam hidup saya. Selama saya menjalani masa pembinaan di sini, saya banyak belajar hal-hal yang tidak saya dapat di luar. Terima kasih untuk seluruh jajaran Lapas Saparua ynag telah membina dan mendidik saya di sini,” ungkap ST. 

WBP lainnya, yakni empat narapidana Lapas Kelas IIA Ambon mendapat Asimilasi di rumah, Selasa (28/12). “Mereka telah memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. 24 Tahun 2021 di mana tanggal 2/3 masa pidananya tidak melebihi 31 Desember 2021 serta telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif lainnya,” terang Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik, Meky Patty.

Melalui program ini, pihak Lapas berharap narapidana dapat menjalani Asimilasinya secara baik dan tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Kami berpesan kepada keluarga narapidana agar selalu memastikan dan sebisa mungkin mereka untuk berdiam diri di rumah. Yang terpenting, tidak melakukan perbuatan melanggar hukum. Jalani Asimilasi di rumah sesuai dengan aturannya,” pesan Meky.

Selanjutanya, sejumlah WBP yang mendapat hak reintegrasi, baik PB, CB, maupun Asimilasi di rumah akan mendapat pembimbingan dan pengawasan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas), salah satunya Bapas Kelas II Ambon. Pelaksana Tugas Kepala Bapas Ambon, Fifi Firda, meminta seluruh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) yang menangani masing-masing WBP segera memverifikasi data diri mereka ke dalam aplikasi Sistem Database Pemasyarakatan  Bapas Ambon serta lakukan pengambilan sidik jari dan wajah WBP.

“Saya sangat mengharapkan PK/Asisten PK yang sudah ditugaskan untuk menjadi pembimbing bagi Klien Pemasyarakatan agar bekerja profesional, transparan, akuntabel, jujur, dan tidak melakukan pungutan liar dalam bentuk apapun,” harap Fifi, Selasa (28/12).

Kepada para WBP, Fifi mengingatkan dengan tegas agar tidak sekali-kali melakukan kejahatan di luar karena bisa fatal akibatnya. “Kalian bisa kembali dipidanakan dan dijebloskan ke dalam Lapas/Rutan. Bukan itu saja, hukuman kalian akan semakin berat karena kalian harus menjalani sisa pidana, dilanjutkan dengan hukuman pidana yang baru sesuai putusan pengadilan,” tegas Fifi.

Tak lupa, ia meminta seluruh WBP/Klien yang dalam masa bimbingan PK Bapas, baik PB/CB maupun Asimilasi di rumah untuk tetap di lokasi tempat tinggal masing-masing. “Jangan ke mana-mana sampai selesai masa pembimbingan. Mohon keluarga yang menjadi penjamin  turut mengawasi setiap aktivitas pergerakan Klien sehingga tetap aman dan terkendali,” pintanya.

Di tempat berbeda, salah satu PK Pertama Bapas Ambon, La Ode Rinaldi Muchlis, melakukan konseling bagi Klien Asimilasi di rumah berinisial NS secara virtual. “Terima kasih karena Klien memiliki kesadaran sendiri untuk melapor,” ucapnya. (IR)

 

Kontributor: Lapas Tual, Rutan Ambon, Lapas Saparua, Lapas Ambon, Bapas Ambon

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0