TALK SHOW PAR TV LIPUT LAPAS SUMEDANG

TALK SHOW PAR TV LIPUT LAPAS SUMEDANG

  Sumedang, INFO_PAS – PAR TV, salah satu stasiun televisi lokal di Kabupaten Sumedang, melakukan peliputan khusus tentang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Sumedang melalui acara Talk Show Tatar Parahyangan, Selasa (26/8). Dengan tema “Mengenal Lebih Dekat Lapas Sumedang”, p
TALK SHOW PAR TV LIPUT LAPAS SUMEDANG

TALK SHOW PAR TV LIPUT LAPAS SUMEDANG

  Sumedang, INFO_PAS – PAR TV, salah satu stasiun televisi lokal di Kabupaten Sumedang, melakukan peliputan khusus tentang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Sumedang melalui acara Talk Show Tatar Parahyangan, Selasa (26/8). Dengan tema “Mengenal Lebih Dekat Lapas Sumedang”, pembawa acara dancrew PAR TV melakukan wawancara dengan Kepala Lapas (Kalapas) Sumedang, Herlin Candrawati. “Lapas Sumedang memiliki visi untuk memulihkan kesatuan hidup, kehidupan, dan penghidupan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai individu, anggota masyarakat, dan makhluk Tuhan, dengan misi melaksanakan perawatan narapidana, pembinaan dan pembimbingan bagi warga binaan pemasyarakatan dalam rangka integrasi sosial, penegakan hukum, pencegahan dan penanggulangan kejahatan, serta pemajuan pelindungan hak asasi manusia,“ cetus Kalapas. Herlin juga menjelaskan tujuan lapas adalah membentuk WBP agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat. “Lapas mendorong agar WBP dapat aktif berperan serta dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga masyarakat yang baik dan tanggung jawab serta memberikan jaminan perlindungan hak asasi narapidana dalam rangka proses menjalani hukuman,” tambahnya. Untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan tersebut, Lapas Sumedang melaksanakan kegiatan-kegiatan pembinaan, baik pembinaan kepribadian maupun pembinaan kemandirian. Dalam kesempatan tersebut, crew PAR TV juga meliput bengkel kerja lapas dan menayangkan hasil karya WBP, seperti kaligrafi dari biji-bijian, lukisan, patung dari bubur kertas, dan hasil keterampilan WBP lainnya. Kalapas berharap acara ini dapat merubah stigma negatif masyarakat Sumedang khususnya dan lebih luas lagi warga di tatar Parahyangan terhadap lapas. “Dengan menunjukkan kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan WBP selama proses menjalani hukuman, semoga mereka dapat kembali diterima dalam masyarakat setelah bebas nanti,” harap Herlin. (IR)   Kontributor: Arman Sagan dan Redi Herdiana
 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0