TANGKAL RADIKALISASI DALAM LAPAS KEMENKUMHAM GANDENG BNPT

Jakarta. INFO_PAS – Nota Kesepahaman Bersama Tentang Penanggulangan Terorisme antara Kementerian Hukum dan HAM RI (Kemenkumham)  dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ditandatangani hari ini, Rabu (23/7). Nota kesepahaman ini merupakan pedoman pelaksanaan koordinasi antara dua lembaga dalam optim

TANGKAL RADIKALISASI DALAM LAPAS KEMENKUMHAM GANDENG BNPT

Jakarta. INFO_PAS – Nota Kesepahaman Bersama Tentang Penanggulangan Terorisme antara Kementerian Hukum dan HAM RI (Kemenkumham)  dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ditandatangani hari ini, Rabu (23/7). Nota kesepahaman ini merupakan pedoman pelaksanaan koordinasi antara dua lembaga dalam optimalisasi  penanganan, pembinaan dan menjalankan proses deradikalisasi untuk para narapidana terorisme.

Kepala BNPT Ansyaad Mbai dalam sambutannya setelah acara penandatanganan menyampaikan, “ Kerja sama ini didorong oleh desakan berbagai pihak, baik dari lapas, densus, polri maupun masyarakat untuk membina napi teroris dengan lebih humanis. Dengan Kemenkumham akan lebih spesifik kerjasama ini akan meningkatkan efektivitas upaya deradikalisasi napi teroris yang ada di lembaga pemasyarakatan dengan khusus, teratur dan terkoordinasi."

Selanjutnya Ansyaad mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini tengah mendapatkan apresiasi dari Internasional dan menjadi model dalam  penanganan narapidana terorisme karena dapat menyelesaikan masalah lewat pendekatan persuasif. “Banyak Negara ingin belajar pada kita (Indonesia), maka lewat fasilitas ini, metode penanganan narapidana persuasif dan humanis akan terus diefektifkan,” kata Ansyaad.

Sementara Menteri Hukum dan HAM RI Amir Syamsudin menyambut baik dan mengapresiasi kepada semua instansi terkait antara lain Kemenpolhukam, Polri, BNPT dan Kemenkumham dalam upaya penanggulangan teroris yang lebih terkoordinir dalam mengefektifkan pelayanan dan pembinaan narapidana terorisme lewat proses deradikalisasi.  “Proses deradikalisasi ini penting karena di dalam Lapas, narapidana terorisme cenderung sulit diajak bekerjasama karena merasa tidak bersalah. Bahkan narapidana terorisme cenderung menyebarkan paham radikal pada sesama narapidana dan petugas pemasyarakatan. maka hal ini perlu penanganan khusus,” Tegas Amir. ***

  Penulis : Nanda Hakiki

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0