Terapi Metadon efektif bagi Pecandu Narkotika Suntik

Bandung, INFO_PAS. Cantik. Mungil. Sehat. Begitulah gambaran yang didapat saat peserta Penguatan Informasi Penanggulangan HIV dan Penyalahgunaan Narkotika pegawai Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) di Hotel Carrcadin, Bandung (19/9).

Dengan penuh seksama peserta workshop yang terdiri dari pejabat dan staf Direktorat Infokom, Ditjen PAS mendengarkan testimoni salah seorang yang sedang dalam terapi rumatan metadon. Sebut saja CR (28 tahun). Ia tampak seperti halnya perempuan lain yang memiliki kehidupan normal dan tanpa permasalahan. Namun siapa mengira ia memiliki masa lalu yang sempat membuatnya mendekam di balik jeruji besi. Adalah narkoba yang menjadi biang kerok sehingga akhirnya ia terpaksa menjalani kehidupan sebagai warga binaan di Lapas Banceuy. Ia mengaku mengenal putaw tahun 2000 lalu. Kecanduan ini semakin parah karena sang suami yg kini telah berpulang pun adalah seorang junkie. Dua tahun mengenal dan memakai putaw, ia kemudian ditangk

Terapi Metadon efektif bagi Pecandu Narkotika Suntik

Bandung, INFO_PAS. Cantik. Mungil. Sehat. Begitulah gambaran yang didapat saat peserta Penguatan Informasi Penanggulangan HIV dan Penyalahgunaan Narkotika pegawai Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) di Hotel Carrcadin, Bandung (19/9).

Dengan penuh seksama peserta workshop yang terdiri dari pejabat dan staf Direktorat Infokom, Ditjen PAS mendengarkan testimoni salah seorang yang sedang dalam terapi rumatan metadon. Sebut saja CR (28 tahun). Ia tampak seperti halnya perempuan lain yang memiliki kehidupan normal dan tanpa permasalahan. Namun siapa mengira ia memiliki masa lalu yang sempat membuatnya mendekam di balik jeruji besi. Adalah narkoba yang menjadi biang kerok sehingga akhirnya ia terpaksa menjalani kehidupan sebagai warga binaan di Lapas Banceuy. Ia mengaku mengenal putaw tahun 2000 lalu. Kecanduan ini semakin parah karena sang suami yg kini telah berpulang pun adalah seorang junkie. Dua tahun mengenal dan memakai putaw, ia kemudian ditangkap tahun 2002 dan harus menjalani hukuman selama delapan bulan di Lapas Banceuy. Kecanduan putaw dan terpaksa menjalani status sebagai warga binaan, CR pun mengaku ingin kembali ke jalan yang normal. "Saya lelah pakai putaw". Itu alasan utama CR yang tidak ingin diekspos jati dirinya. Ia pun mencari banyak informasi dan bantuan agar bisa lepas dari jeratan putaw. Dan ia pun menemukan jawabannya. Terapi metadon. Metadon merupakan salah satu terapi substitusi bagi para pengguna napza suntik (penasun). Terapi jenis ini legal digunakan sebagai pengalih napza bagi pecandu heroin atau putaw. Saat menjalani hukuman di Lapas Bancey, CR mengaku belum mendapat informasi tentang metadon di lapas mengingat belum adanya terapi tersebut. Namun berkat informasi dari teman-temannya warga binaan di Lapas dan juga dari LSM, kini CR sudah berhenti memakai putaw selama empat tahun. "Sebagai penasun, saya merasakan manfaat terapi metadon. Bahkan saat relaps pun, saya tidak lagi merasakan sugesti dan efek putaw. Akhirya saya kembali lagi ke terapi metadon", ungkap CR.

“Terapi metadon ini cukup efektif untuk bisa menghilangkan kecanduan pecandu narkotika pengguna jarum suntik, seperti putaw,” katanya. Ia mengaku kehidupannya kini berubah drastis. Tidak bisa dipungkiri, dulu kehidupannya hancur berantakan. Sering mencuri dan menjual barang-barang di rumah, kehilangan kepercayaan keluarga, serta dijauhi dalam pergaulan. Tekad dan motivasi yang kuat untuk lepas dari putaw melalui metadon pun berbuah positif. Bila awalnya ia harus mengkonsumsi metadon dengan dosis tinggi, secara bertahap dosisnya kini semakin menurun. "Saat ini dosis saya 40 cc dari awalnya 150 cc. Sekarang kehidupan saya jauh lebh baik. Saya merasa lebih sehat, tidak lagi merasakan sakit dan nyerinya kecanduan. Hidup saya jadi lebih terarah dan keluarga pun memberi dukungan kembali", jelas CR menutup percakapan.(IR/AH)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0