Terima kasih tidak mengambil konten tanpa izin

Tidak Lagi Bicara Overcrowded. DitjenPAS Siapkan Inovasi sebagai Solusi

Share:

Bogor, INFO_PAS,- Direktur Jenderal Pemasyarakatan (DirjenPAS), Sri Puguh Budi Utami serukan jajaran Pemasyarakatan tidak lagi keluhkan overcrowded sebagai suatu masalah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) maupun Rumah Tahanan Negara (Rutan) di seluruh Indonesia.
Justru menurutnya, overcrowded merupakan tantangan yang harus mampu diatasi sekaligus peluang besar untuk berinovasi mencari solusi terbaik bagi Bangsa dan Negara melalui pembinaan yang di sematkan dipundak jajaran Pemasyarakatan.
“Jangan lagi bicara overcrowded, sudah tugas kita sebagai jajaran Pemasyarakatan untuk mengatasinya dengan terus berinovasi untuk mencari solusi dari setiap permasalahan,” ujar Utami saat membuka FGD Rencana Strategis (Renstra) DitjenPAS tahun 2020-2024 di Wisma Pengayoman, Rabu (17/7).
Dalam kesempatan itu, Ia juga mengungkapkan bahwa Pemasyarakatan seharusnya bisa memanfaatkan keadaan dengan memberdayakan sumber daya manusia (SDM) yang tersedia yakni Narapidana sebagai tenaga potensial dengan melakukan inovasi pembinaan dan Revitalisasi Pemasyarakatan.
“Pembaharuan SDM bukan hanya dilakukan kepada Petugas Pemasyarakatan namun juga kepada warga binaan Pemasyarakatan yang saat ini berjumlah 263.159 orang,” sambung Utami.
Lebih lanjut DirjenPAS meyakini bahwa melalui proses Revitalisasi yang akhirnya bertujuan menempatkan narapidana pada Lapas minimum Scurity adalah solusi tepat bagi Pemasyarakatan untuk segera kembangkan inovasi penyelenggaraan Pemasyarakatan yang lebih mengedepankan potensi besar narapidana.
Dengan demikian, potensi yang dimiliki narapidana yang juga anak bangsa tetap harus dikembangkan dan terakomodir dengan baik hingga narapidana juga mampu turut serta memberikan sumbangsih melalui Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekaligus mengembangkan kemampuannya menjadi manusia mandiri dan produktif.
“Melalui Renstra 2019-2024 kita harus bisa buktikan Narapidana tidak hanya bisa menjadi sumber daya potensial dan menjadi pribadi mandiri melalui proses Revitalisai namun juga akan dapat menghasilkan Penghasilan Nasional Bukan Pajak (PNBP) untuk Negara dari Pemasyarakatan,” cetusnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Ibnu Chuldun berharap kegiata FGD yang dilaksanakan 17 samapai dengan 19 Juli 2019 dan diikuti oleh seluruh pejabat Struktural Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (DitjenPAS) dapat menyamakan pemahaman dalam menyusun indikator kinerja serta target kinerja sesuai dengan Rencana Strategis DitjenPAS tahun 2020-2024 dan Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan.
“Kegiatan ini sangat penting untuk menentukan indikator dan target kinerja serta sasaran Rencana Stategis Direktorat Jenderal Pemasyarakaytan tahun 2020-2024,” tegas Ibnu.
“Masukan dari masing-masing Direktorat Teknis terkait program prioritas dan roadmap sasaran strategis Penyelenggararan Pelayanan Pemasyarakatan akan sangat membantu untuk penyusunan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan 5 tahun kedepan,” pungkasnya. ***

 

(NH)

Tidak Lagi Bicara Overcrowded. DitjenPAS Siapkan Inovasi sebagai Solusi | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya