Tiga Lapas dan Dua Rutan Over Kapasitas

 
ilustrasi (Foto: Ditjenpas)
Bisa Picu Konflik dan Pelayanan Serta Pembinaan Tidak Optimal MANADO— Tiga lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan dua rumah tahanan (Rutan) yang ada di Sulut, saat ini sudah melebihi kapasitas. Hal ini dibenarkan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Sulut Kementerian Hukum Dan HAM RI, Juliasman Purba memalui Plt Kadiv Pemasyarakatan Basuki Wijoyo. “Ada tiga Lapas dan dua rutan di Kanwil Sulut yang saat ini jumlah penghuninya melebihi kapasitas yakni, Lapas Kelas IIA Manado, Lapas Kelas IIB Bitung, Lapas Kelas IIB Tondano, Rutan Kelas IIA Manado, dan Rutan Kelas IIB Kotamobagu-selenkapnya lihat grafis,” bebernya ketika dihubungi via ponsel tadi malam. Sementara itu Kepala Rutan Kelas II A Manado Yulius Paath saat dikonfirmasi membenarkan jumlah tahanan dan napi sudah melebihi kapasitas. Menurutnya, saat ini jumlah tahanan dan napi su
Tiga Lapas dan Dua Rutan Over Kapasitas

 
ilustrasi (Foto: Ditjenpas)
Bisa Picu Konflik dan Pelayanan Serta Pembinaan Tidak Optimal MANADO— Tiga lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan dua rumah tahanan (Rutan) yang ada di Sulut, saat ini sudah melebihi kapasitas. Hal ini dibenarkan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Sulut Kementerian Hukum Dan HAM RI, Juliasman Purba memalui Plt Kadiv Pemasyarakatan Basuki Wijoyo. “Ada tiga Lapas dan dua rutan di Kanwil Sulut yang saat ini jumlah penghuninya melebihi kapasitas yakni, Lapas Kelas IIA Manado, Lapas Kelas IIB Bitung, Lapas Kelas IIB Tondano, Rutan Kelas IIA Manado, dan Rutan Kelas IIB Kotamobagu-selenkapnya lihat grafis,” bebernya ketika dihubungi via ponsel tadi malam. Sementara itu Kepala Rutan Kelas II A Manado Yulius Paath saat dikonfirmasi membenarkan jumlah tahanan dan napi sudah melebihi kapasitas. Menurutnya, saat ini jumlah tahanan dan napi sudah lebih sekira 99 persen. “Seharusnya kapasitas Rutan (Kelas II A Manado) hanya 189 orang. Tapi saat ini, jumlah penghuni mencapai 377 orang,” ujar Paath. Ia mengungkapkan, untuk sementara kondisi Rutan masih kondusif, jadi masih bisa melayani para penghuni. Tapi ditakutkan, keadaan saat ini dapat memicu kekacauan seperti yang terjadi di beberapa Lapas di berbagai wilayah  di Indonesia. “Dalam kondisi normalnya masih bisa  ditangani, tetapi takutnya akibat keadaan yang demikian bisa saja terjadi benturan antar penghuni yang mengakibatkan gangguan keamanan,” tutur Paath. Ditambahkannya, para penghuni ditempatkan dengan beragam pertimbangan. Antara lain berdasarkan jenis kasus dan kelamin. “Perlakukannya juga sama, tidak ada yang dibeda-bedakan,” pungkasnya. Sementara itu, pengamat hukum Toar Palilingan menjelaskan, jumlah penghuni yang melebihi kapasitas bisa memicu konflik di dalam Rutan dan Lapas. “Jika penghuni sudah over capacity, pelayanan serta pembinaan tidak lagi optimal. Terjadi gesekan sedikit saja, konflik bisa terjadi.(***) Sumber : mdopost.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0