Tiga Pelajar SMK Ujian di Lapas

KEDIRI - Tiga pelajar salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kediri mendapatkan perlakuan berbeda saat mengikuti ujian akhir nasional (UAN) pada 14-16 April. PEP, 17, warga Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo; AH, 20, warga Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto; dan SS, 18, warga Kayen Kidul akan mengikuti UAN di Lapas II Kediri. Penjara tidak membuat tiga pelajar yang dipidana karena kasus peredaran pil dobel L tersebut kehilangan hak untuk mengikuti UAN. Mereka tetap mendapatkan kesempatan guna menyelesaikan pendidikan. “Mereka akan mengikuti ujian di dalam lapas,” kata Agus Wahono, Kasi Binadik Lapas II Kediri, kemarin (5/4). Agus mengungkapkan, tiga pelajar itu akan tetap mengikuti ujian sesuai dengan jadwal. Tetapi, mereka tidak melakukan ujian di sekolah masing-masing, melainkan mengerjakan soal di ruang perpustakaan lapas. PEP divonis 10 bulan penjara karena kasus kepemilikan 1.800 butir pil dobel L. Dia tercatat sebagai siswa sala

KEDIRI - Tiga pelajar salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kediri mendapatkan perlakuan berbeda saat mengikuti ujian akhir nasional (UAN) pada 14-16 April. PEP, 17, warga Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo; AH, 20, warga Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto; dan SS, 18, warga Kayen Kidul akan mengikuti UAN di Lapas II Kediri. Penjara tidak membuat tiga pelajar yang dipidana karena kasus peredaran pil dobel L tersebut kehilangan hak untuk mengikuti UAN. Mereka tetap mendapatkan kesempatan guna menyelesaikan pendidikan. “Mereka akan mengikuti ujian di dalam lapas,” kata Agus Wahono, Kasi Binadik Lapas II Kediri, kemarin (5/4). Agus mengungkapkan, tiga pelajar itu akan tetap mengikuti ujian sesuai dengan jadwal. Tetapi, mereka tidak melakukan ujian di sekolah masing-masing, melainkan mengerjakan soal di ruang perpustakaan lapas. PEP divonis 10 bulan penjara karena kasus kepemilikan 1.800 butir pil dobel L. Dia tercatat sebagai siswa salah satu SMK swasta di Kota Kediri. Sedangkan, AH yang saat ini menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kota Kediri merupakan siswa sebuah SMK swasta lain. Sementara itu, SS yang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri tercatat sebagai siswa salah satu SMK negeri. Seperti tahun sebelumnya, perpustakaan lapas akan ditata menjadi ruang ujian. Hal ini dilakukan guna menjaga keamanan tiga pelajar tersebut. Untuk prosedur ujian, pihak lapas akan menyesuaikan dengan apa yang ditentukan dinas pendidikan (dispendik) setempat. Meskipun ada tiga pelajar yang akan mengikuti UAN di penjara, baru satu sekolah yang mengajukan permohonan agar siswanya dapat mengikuti ujian. Yaitu, SMK tempat AH menuntut ilmu. Dua sekolah lain belum mengirimkan surat permohonan untuk mengikuti UAN bagi siswa mereka. Terkait dengan hal itu, Agus menyatakan, lapas akan mendatangi pihak sekolah. Dia meminta mereka segera mengurus permo­honan bagi anak didik supaya dapat mengikuti ujian. “Jika terdaftar sebagai peserta ujian, mereka dapat mengikuti UAN,” tuturnya. Lalu, bagaimana tiga pelajar tersebut menghadapi ujian? AH menuturkan, pihak lapas memberi kesempatan kepada dirinya untuk mengikuti bimbingan dan tryout. “Guru dari sekolah datang dan memberikan bimbingan di lapas,” ungkapnya. (c2/JPNN)   Sumber: http://www.jpnn.com/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0