TIGA TAHUN MENDEKAM, TIGA KALI KHATAM QURAN

akarta, INFO_PAS - Sebuah potret tantangan hidup seorang oknum anggota polisi, Ronal Ali, yang harus manghabiskan waktunya kurang lebih enam tahun di Lapas Gorontalo karena tersandung masalah hukum (kasus narkotika). Dengan kasus ini, Ronal Ali mendapat jalan terbaik menjalani kehidupan. Dibalik cobaan yang menimpa oknum anggota polisi Ronal Ali, nampaknya terdapat hikmah yang lebih besar untuk menuju jalan yang lebih baik disisi Allah SWT. Inilah tantangan perjalanan hidup Ronal Ali, warga Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah ini harus dihadapi dengan penuh ikhlas dan kesabaran. Ayah dua anak ini pada tahun 2011 silam diperhadapkan persoalan besar yakni menyangkut masalah hukum (kasus narkotika). Atas kasus tersebut Ronal pun saat itu divonis enam tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Gorontalo. “Ini merupakan bentuk cobaan hidup yang harus diterima dengan hati yang ikhlas. Ini resiko pekerjaan yang menjadikan saya terjeb

TIGA TAHUN MENDEKAM, TIGA KALI KHATAM QURAN
akarta, INFO_PAS - Sebuah potret tantangan hidup seorang oknum anggota polisi, Ronal Ali, yang harus manghabiskan waktunya kurang lebih enam tahun di Lapas Gorontalo karena tersandung masalah hukum (kasus narkotika). Dengan kasus ini, Ronal Ali mendapat jalan terbaik menjalani kehidupan. Dibalik cobaan yang menimpa oknum anggota polisi Ronal Ali, nampaknya terdapat hikmah yang lebih besar untuk menuju jalan yang lebih baik disisi Allah SWT. Inilah tantangan perjalanan hidup Ronal Ali, warga Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah ini harus dihadapi dengan penuh ikhlas dan kesabaran. Ayah dua anak ini pada tahun 2011 silam diperhadapkan persoalan besar yakni menyangkut masalah hukum (kasus narkotika). Atas kasus tersebut Ronal pun saat itu divonis enam tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Gorontalo. “Ini merupakan bentuk cobaan hidup yang harus diterima dengan hati yang ikhlas. Ini resiko pekerjaan yang menjadikan saya terjebak dalam dunia hitam narkoba dan berkat bimbingan dari petugas Lapas Gorontalo akhirnya saya harus sadari bahwa ini adalah sebuah kesalahan dan kebodohan yang harus saya terima dengan ikhlas karena dengan keikhlasan kita dapat menjalani hari-hari dengan tenang dan bertekad untuk menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya. Mulai saat itu pun Ronal Ali mulai menjalani kehidupannya di lingkungan Lapas Gorontalo yang berbeda dengan lingkungan yang biasanya dirasakan. Namun walupun demikian, itu merupakan tempat baru baginya. Ia tetap berusaha menyesuaikan diri dengan memperbanyak kegiatan-kegiatan positif terutama kajian keagamaan. Ia pun mengakui bahwa sebelumnya belum bisa baca tulis Al-Qur’an. Setelah berada di dalam lapas, dirinya terus belajar membaca Al-Qur’an di masjid secara rutin dan akhirnya lancar membaca Al-Qur’an. Hingga saat ini Ronal sudah tiga kali khatam Al-Qur’an dan menghafal Juz Amma. “Saya memang sebelumnya belum bisa baca Al-Qur’an. Saat ini sudah lancar, sudah tiga kali khatam dan hafal Juz Amma,” ungkap Ronal dengan wajah terharu. Tak hanya itu Ronal pun mengaku jika dirinya selesai menjalani masa hukuman akan menunaikan ibadah haji. “Insya Allah nanti saya akan naik haji,” ucapnya. Sementara itu Rusdedy, Kepala Seksi Binadik Lapas Gorontalo, mengatakan pihaknya selama ini secara rutin melakukan pembinaan terhadap warga binaan dengan kegiatan – kegiatan positif terutama masalah kerohanian. Tak hanya itu, pembinaan dibidang pendidikan pun terus dilakukan melalui PKBM dan pelatihan life skill. “Kita disini terus melakukan pembinaan baik pendidikan, kerohanian termasuk dibina untuk meningkatkan kreatifitas warga binaan seperti membuat meubel dan banyak lagi kegiatan lainnya.” jelasnya.   (Sumber : Gorontalo Post Selasa, 10 Juni 2014, hal 9 kol 1)    

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0