Topi Kaleng Produksi Warga Binaan Rutan Batam selalu Habis Terjual di Mal

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Hasil kreatif warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIA Batam, Kepulauan Riau (Kepri) yang membuat topi dari kaleng minuman, menjadi salah satu oleh-oleh khas Batam.   Setiap harinya, warga binaan menghasilkan 50 topi dan selalu habis dijual oleh PT Kerabat Setia sebagai outlet oleh-oleh asal Batam.   "Untuk bisa menjadi satu topi, maka dibutuhkan sembilan kaleng minuman. Dan rata-rata satu hari bisa menghasilkan 50 topi. Semuanya dibuat secara manual oleh warga binaan Rutan Batam. Hasil karya warga binaan ini, langsung diambil oleh PT Kerabat Setia yang kemudian dijual di beberapa mal dan pelabuhan,"ujar Zulkarnain, Kepala Sub Bimbingan Kegiatan, Rutan kelas IIA Batam.   Zulkarnain mengatakan, setiap topi dijual dengan harga Rp 15 ribu.   Sementara Kepala Rutan Klas IIA Batam Anak Agung Gde Krisna, mengatakan hasil karya warga binaan yang memproduksi topi dari kaleng menimuman akan d
Topi Kaleng Produksi Warga Binaan Rutan Batam selalu Habis Terjual di Mal

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Hasil kreatif warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIA Batam, Kepulauan Riau (Kepri) yang membuat topi dari kaleng minuman, menjadi salah satu oleh-oleh khas Batam.   Setiap harinya, warga binaan menghasilkan 50 topi dan selalu habis dijual oleh PT Kerabat Setia sebagai outlet oleh-oleh asal Batam.   "Untuk bisa menjadi satu topi, maka dibutuhkan sembilan kaleng minuman. Dan rata-rata satu hari bisa menghasilkan 50 topi. Semuanya dibuat secara manual oleh warga binaan Rutan Batam. Hasil karya warga binaan ini, langsung diambil oleh PT Kerabat Setia yang kemudian dijual di beberapa mal dan pelabuhan,"ujar Zulkarnain, Kepala Sub Bimbingan Kegiatan, Rutan kelas IIA Batam.   Zulkarnain mengatakan, setiap topi dijual dengan harga Rp 15 ribu.   Sementara Kepala Rutan Klas IIA Batam Anak Agung Gde Krisna, mengatakan hasil karya warga binaan yang memproduksi topi dari kaleng menimuman akan diikutkan dalam pameran Festival Kreatif Indonesia 2014 yang berlangsung pada 11-14 Juli mendatang di Jakarta Convention Centre (JCC).   Sebelumnya, hal serupa juga, topi dari kaleng minuman ini ikut serta dalam meramaikan pameran pada MTQ Nasional XXV di Batam beberapa waktu lalu.   Sementara Owner PT Kerabat Setia, Amat Tantoso, mengaku bangga karena hasil karya warga binaan dengan memproduksi topi kaleng minuman ini laku keras dijual di beberapa mal dan pelabuhan yang ada di Batam.   "Kita ambil topi kaleng minuman dari Rutan kelas IIA Batam setiap harinya 50 topi dengan harga Rp 155 ribu. Kemudian dijual kembali di otlet-otlet dengan harga Rp 20 ribu untuk satu topi kaleng minuman itu,"ujarnya.   Sumber : batam.tribunnews.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0