Tuberkulosis Laten di Rumah Tahanan Tinggi

Share:

DEPOK, KOMPAS — Rumah tahanan menjadi lokasi dengan infeksi tuberkulosis laten tinggi, bahkan lebih tinggi dari prevalensi pada komunitas umum. Untuk itu, perlu upaya lebih serius menjadikan rumah tahanan sebagai tempat lebih sehat dan memberi akses kesehatan memadai bagi warga binaan.

Demikian kesimpulan disertasi ”Determinan Infeksi Tuberkulosis Laten pada Warga Binaan Pemasyarakatan di Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Bandung”, yang dipertahankan oleh Fatimah, Seorang Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Pengayoman dalam sidang terbuka promosi doktor di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Kamis (8/6), di Depok, Jawa Barat. Fatimah lulus berpredikat sangat memuaskan dan menjadi doktor ilmu kesehatan masyarakat dari FKM UI ke-180.

Hal itu merupakan riset primer dengan desain potong lintang terhadap 400 warga binaan Rutan Kelas 1 Bandung pada Februari, Maret, dan Juli 2016. Hasilnya menunjukkan, prevalensi tuberkulosis (TB) laten di Rutan Kelas 1 Bandung tinggi, yakni 76,9 persen. Itu lebih tinggi daripada prevalensi TB laten pada orang dewasa yang punya riwayat kontak serumah dengan pasien TB di Kota Bandung, 56 persen, menurut prevalensi TB nasional.

Sebagai perbandingan, prevalensi TB laten di penjara di Malaysia 88,8 persen dan di penjara di Kolombia 77,6 persen. Selain itu, prevalensi TB aktif dengan konfirmasi bakteriologis di Rutan Kelas 1 Kota Bandung 2,3 persen. Itu berarti lebih tinggi tiga kali dibandingkan di komunitas yang sebesar 0,76 persen. Maka dari itu, perlu penapisan warga binaan yang baru masuk rutan dengan pemeriksaan foto rontgen dada dan pemeriksaan sputum. Lalu, perlu pemisahan ruangan menurut status TB. ”Ventilasi ruangan sebaiknya didesain bagus agar sinar matahari masuk. Pemisahan ini untuk cegah infeksi,” kata Fatimah.

Kebiasaan Merokok

Riset itu juga mengungkap kebiasaan merokok yang kerap jadi risiko paling dominan terkait kejadian infeksi TB laten, yakni 12,99 kali. Adapun kebiasaan merokok kadang berisiko mengalami infeksi TB laten 9,34 kali. Sejauh ini, TB masih jadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Sepertiga dari semua penduduk di dunia atau 2-3 miliar orang terinfeksi TB. Komitmen global pada penanggulangan TB ialah eliminasi yang akan diwujudkan tahun 2035 serta dunia bebas tuberkulosis pada 2050.

Infeksi TB laten ialah orang terinfeksi kuman TB, tetapi kuman itu dorman bertahun-tahun dalam tubuh tanpa ada gejala TB aktif dan tak menular. Kuman itu akan hidup dan bergejala jika daya tahan tubuh menurun. Promotor Fatimah, Prof Sudijanto Kamso, mengatakan, kasus TB di Indonesia kian banyak. Indonesia menempati urutan kedua dengan jumlah kasus TB terbanyak di dunia setelah India. Disertasi di FKM UI bertemakan TB pun banyak.

Karena itu, pengambil kebijakan harus lebih terbuka dengan hasil riset doktor sebagai bahan menyusun program penanggulangan TB. Menurut salah seorang penguji, Erlina Burhan, perlu ada fasilitas kesehatan khusus di rutan atau lembaga pemasyarakatan di daerah yang jadi pusat rujukan perawatan warga binaan dengan TB aktif. Jadi, upaya eliminasi TB bisa lebih baik.

Sumber : kompas.id

 

Tuberkulosis Laten di Rumah Tahanan Tinggi | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya