UPT Pemasyarakatan Maluku Terima Tahanan Limpahan Kejari Ambon

UPT Pemasyarakatan Maluku Terima Tahanan Limpahan Kejari Ambon

Ambon, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon kembali menerima empat orang tahanan baru dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon, Jumat (17/9). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rutan (Karutan), Fifi Firda, mengungkapkan tahanan yang dikirim oleh pihak Kejari Ambon ialah tahanan yang berasal dari Rutan Kepolisian Daerah (Polda) Maluku.

Fifi menuturkan, tahanan yang masih berstatus AII sementara masih dititipkan di Rutan Polda, Kepolisian Resor Kota Ambon, dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Maluku. “Hal ini guna mencegah terjadinya over kapasitas di dalam Rutan Ambon serta guna menindaklannjuti surat edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-20.PR.01.01 Tahun 2020, yang mana tahanan yang dikirim ke Rutan ialah tahanan yang sudah berstatus AIII atau yang sudah inkracht,” ucap Fifi.

Fifi mengungkapkan proses penerimaan tahanan baru tetap dilakukan seperti penerimaan tahanan yang lainnya, serta tetap menerapkan protokol kesehatan. “Sebelum melewati pintu satu, setiap barang bawaan tahanan akan disemprot dengan cairan disinfektan, mereka juga diwajibkan mencuci tangan, mengukur suhu tubuh, memakai masker, dan sudah melampirkan surat keterangan rapid test Antigen yang menyatakan sehat atau nonreaktif sebagai syarat pemberkasan,” urai Fifi.

Senada dengan Plt. Karutan, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Jefry Persulessy menjelaskan, setiap tahanan akan melewati tahap pemeriksaan kesehatan lanjutan oleh petugas kesehatan Rutan Ambon. Menurutnya, hal ini dilakukan guna memastikan kembali kesehatan tahanan saat diterima di Rutan dalam keadaan baik dan sehat.

“Guna menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Rutan, setiap tahanan wajib menaati serta mematuhi aturan yang ada di dalam Rutan Ambon, yang mana dilarang memakai handphone, narkoba, serta barang-barang yang dilarang berada di dalam Rutan. Jika kedapatan maka akan kami tindak dengan tegas,” ucap Jefry.

Selanjutnya, keempat tahanan ini akan dimasukkan kedalam ruang orientasi selama 14 hari untuk melakukan isolasi mandiri dan akan diawasi langsung oleh petugas agar tidak melakukan kontak langsung dengan WBP lainnya.

Sementara, di hari yang sama, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon juga menerima satu Anak dari Kejari. Penerimaan tersebut dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat.

Kepala Seksi Registrasi dan Klasifikasi, Abdul Samad Rumuar, menjelaskan Anak tersebut telah terbukti melakukan tindak pelanggaran lalu lintas dan terbukti melanggaran pasal 310 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009, dengan lama pidana satu tahun dan enam bulan.

“Sebelum melakukan penerimaan, Kejari Ambon yang menjadi eksekutor telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan kami terkait kelengkapan yang perlu disiapkan, salah satunya surat hasil rapid test Antigen yang merupakan syarat administrasi penerimaan Anak di LPKA Ambon,” jelas Abdul.

Kepala Regu Pengamanan, Arien Lanuru, mengatakan sebelum masuk ke area LPKA Ambon, Anak wajib memakai masker dan masuk ke kotak sterilisasi COVID-19 untuk disemprotkan cairan disinfektan, memakai hand sanitizer, dilanjutkan dengan pengecekan suhu tubuh. “Penerimaan Anak tetap kami laksanakan seperti biasanya,” tutur Arien.

Usai pemeriksaan kesehatan oleh petugas kesehatan, nantinya Anak akan ditempatkan pada kamar khusus selama 14 hari ke depan dan secara rutin dipantau kondisinya. “Kami akan terus menyatukan kesehatan Anak sebagai langkah pencegahan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 di LPKA Ambon, sebagaimana perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan,” ungkap Kepala Subseksi Keperawatan, Salmon Mahulette. (prv)

 

Kontributor: Rutan Ambon, LKPA Ambon

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0