WBP RUTAN PANDEGLANG SULAP LIMBAH BAMBU JADI SANGKAR BURUNG

Pandeglang, INFO_PAS - Limbah tak terpakai ternyata bisa diubah menjadi barang bernilai tinggi. Seperti yang dilakukan Sm, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pandeglang yang berhasil menyulap limbah sisa pemugaran kantor Rutan Pandeglang menjadi sangkar burung. Bermula dari hobi memelihara burung kicau, Sm yang semula berprofesi sebagai montir ini tergerak melihat limbah meubel dan bambu yang berserakan tak terpakai di lingkungan rutan. Limbah kayu dan bambu pun dipilih dan dikumpulkannya untuk bahan baku
WBP RUTAN PANDEGLANG SULAP LIMBAH BAMBU JADI SANGKAR BURUNG

Pandeglang, INFO_PAS - Limbah tak terpakai ternyata bisa diubah menjadi barang bernilai tinggi. Seperti yang dilakukan Sm, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pandeglang yang berhasil menyulap limbah sisa pemugaran kantor Rutan Pandeglang menjadi sangkar burung. Bermula dari hobi memelihara burung kicau, Sm yang semula berprofesi sebagai montir ini tergerak melihat limbah meubel dan bambu yang berserakan tak terpakai di lingkungan rutan. Limbah kayu dan bambu pun dipilih dan dikumpulkannya untuk bahan baku sangkar. “Dengan modal kemauan dan ketekunan, saya mulai mencoba membuat sangkar burung,” ujar Sm kepada INFO_PAS. Meski terlihat sepele dan bahan bakunya sedikit, Sm mengungkapkan pembuatan kerajinan ini tidaklah mudah. “Pertama, bambu-bambu yang masih utuh dipotong menjadi bagian-bagian kecil. Selanjutnya dengan menggunakan alat pertukangan, bambu ini dibuat menjadi lidi untuk dinding kandang,” jelas Sm. Tahap berikutnya adalah menyiapkan kerangka kandang dari bahan kayu. “Sebelum dipasang, kerangka kayu ini dihaluskan melalui beberapa tahap pengamplasan. Setelah jadi lalu disusun hingga menjadi sebuah kandang yang siap dipakai,” tambahnya. Sm mengaku diawal-awal membuat sangkar, hasilnya masih kurang rapi. Selain detail kandang yang rumit, pengukuran panjang dan lebar bahan baku juga harus cermat. Namun dengan kerja keras, akhirnya dia berhasil. “Awalnya hanya mampu membuat sebuah sangkar sederhana, namun melalui proses belajar yang panjang kini bisa membuat berbagai model sangkar. Pesanan sangkar pun mulai berdatangan walaupun masih sebatas petugas Rutan Pandeglang,” ucapnya seraya tersenyum. (IR)   Kontributor: Amir W.
 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0