Yakinkan Anak di Lapas Miliki Masa Depan yang Baik

KUNJUNGAN LAPAS : Kepala TK se-Kubu Raya berkunjung ke Lapas Anak di Jalan Adisucipto.HARYADI/PONTIANAKPOST Masa pembinaan harus dijalani sebagian anak. Mengisi hari-hari dengan berbagai kegiatan di Lembaga Pemasyarakatan. Karena itu, dukungan dan suntikan moril diberikan kepada mereka. Memastikan jika harapan dan masa depan bisa diperjuangkan serta tidak boleh menyerah dengan keadaan.SUTAMI, Pontianak PULUHAN anak berpakaian batik duduk berderet rapi. Serius menyimak pembicaraan tamu yang datang. Suasana demikian berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan Anak Pontianak di Jalan AdiSucipto, Kamis (18/1). Ketika Kelompok kerja Kepala TK Kubu Raya datang berkunjung. Suasana pertemuan begitu mencair. Tamu dan tuan rumah tanpa berjarak. Kedua belah pihak membaur. Seakan mengisyaratkan bila mereka adalah saudara. Maka dukungan dan suntikan moril tiada henti disuarakan. Memberi semangat kepada para anak yang sedang menjalani masa pembinaan di Lapas. Proyektor berukuran besar membelah ru

Yakinkan Anak di Lapas Miliki Masa Depan yang Baik
KUNJUNGAN LAPAS : Kepala TK se-Kubu Raya berkunjung ke Lapas Anak di Jalan Adisucipto.HARYADI/PONTIANAKPOST Masa pembinaan harus dijalani sebagian anak. Mengisi hari-hari dengan berbagai kegiatan di Lembaga Pemasyarakatan. Karena itu, dukungan dan suntikan moril diberikan kepada mereka. Memastikan jika harapan dan masa depan bisa diperjuangkan serta tidak boleh menyerah dengan keadaan.SUTAMI, Pontianak PULUHAN anak berpakaian batik duduk berderet rapi. Serius menyimak pembicaraan tamu yang datang. Suasana demikian berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan Anak Pontianak di Jalan AdiSucipto, Kamis (18/1). Ketika Kelompok kerja Kepala TK Kubu Raya datang berkunjung. Suasana pertemuan begitu mencair. Tamu dan tuan rumah tanpa berjarak. Kedua belah pihak membaur. Seakan mengisyaratkan bila mereka adalah saudara. Maka dukungan dan suntikan moril tiada henti disuarakan. Memberi semangat kepada para anak yang sedang menjalani masa pembinaan di Lapas. Proyektor berukuran besar membelah ruang pertemuan. Tempat tatap muka kelompok kerja kepala sekolah TK dengan para anak. Tayangan film tentang perjuangan meraih kesuksesan diputarkan disana. Menjadi hiburan sekaligus motivasi kepada mereka yang lagi menjalani masa pembinaan. Sementara anak yang tidak mengikuti acara tampak berlalu lalang. Melintas untuk menyusuri ruang-ruang yang tersekat blok-blok. Tempat mereka menghabiskan waktu buat sementara waktu. Sebelum tiba masa dikembalikan kepada orangtua. Kendati berada di balik tembok tinggi. Keadaan dalam Lapas anak begitu bersih dan teduh. Tampak jika lingkungan di dalam Lapas terawat dan terjaga. Sepi dari sampah. Aliran selokan lancar, dan bunga dalam pot tertata dengan rapi serta bersusun dengan asri. Isi motivasi bila didengar amat begitu menyentuh. Membangkitkan kesadaran jika semua yang terlahir ke dunia merupakan kehendak maha kuasa. Memiliki latar belakang keluarga yang berbeda. Sehingga dianggap keliru bila menyalahkan apalagi pasrah dengan keadaan. Sementara para anak tampak memberikan respon. Sesekali menundukkan kepala. Kemudian tegak melihat pemotivator yang berada di samping layar besar. Tidak ada diantara mereka yang berpindah atau menggeser posisi sebelum acara rampung. Semuanya serius mendengar motivasi yang diselingi nasehat. Pemberi motivasi yakni Lili Pulungan. Dia mengingatkan kepada para anak dapat berbakti kepada orang tua. Paling penting tidak boleh putus harapan. Sebab keberhasilan dan masa depan dapat diperjuangkan. Hanya saja sejauh mana mengupayakannya. Karena itu diperlukan adalah kerja keras dan semangat pantang menyerah. Selama anak menjalani masa pembinaan di Lapas berbagai keterampilan diberikan. Meliputi musik, pertukangan, perkebunan dan perikanan. Termasuk juga program pembinaan kebribadian. Khusus pembinaan kepribadian, Lapas membangun kerjasama dengan STAIN Pontianak. “Mulai pagi sampai malam semua agenda anak di Lapas telah terjadwal. Pelatihan keterampilan diharapkan dapat menjadi bekal ketika telah usai menjalani masa pembinaan,” kata Robert, Kasiminkamtib Lapas Anak. Canda gurau juga sesekali terdengar begitu usai acara pertemuan. Sebelum kelompok kerja yang dominan para kaum ibu mengakhiri kunjungan. Tanpa lupa pihak Lapas mengucapkan banyak terima kasih atas kedatangan para tamu. Sedikit banyak telah membantu program Lapas. Membina para anak untuk meraih impian dan harapan di masa depan. (*) Identitas Palsu TKI PONTIANAK - Seorang tenaga kerja asal Jawa Tengah, Klaten, terdampar di Pontianak. Dengan wajah lemas dan tangan berbalut perban, dia harus pulang ke Indonesia dari tempatnya bekerja di Malaysia. Namun miris, bukan sampai ke kampung halaman, pria beranak lima ini harus menanggung risiko karena tidak mempunyai biaya untuk sampai ke daerah asalnya, Rabu (18/1). Berawal dari laporan warga setempat, Polsek Pontianak Utara berhasil mengamankan TKI tersebut, terutama dalam hal perlindungan, sekaligus tempat berteduh sementara. Pihak Dinas Sosial Kota Pontianak telah menjemputnya ke Mapolsek Pontianak Utara untuk mendapat tindak lanjut, Kamis (19/1). Joko, pria yang baru empat hari bekerja di salah satu perusahaan negara asing itu, mengatakan, beberapa bulan silam mendapat tawaran dari salah satu agen yang mengurus kelengkapan surat untuk bekerja di luar negeri. “Identitas KTP yang tertera tidak sesuai dengan paspor,” terangnya. Walau demikian, naluri Joko sangat kuat demi mengadu nasib ke Jiran. Angan-angan untuk memperbaiki perekonomian pun akhirnya terlaksana. “Untuk satu hari, upah yang ditawarkan sebesar 15 ringgit Malaysia,” jelasnya.Disinggung masalah kepulangan tersebut, Dia mengaku karena sakit. Tidak hanya itu, akibat tidak teliti atas pekerjaan yang dilakukan, Joko harus menderita luka parah. “Saat mendapat perawatan medis, saya juga dituding telah menderita hepatitis. Akhirnya, saya harus dipulangkan ke Indonesia,” timpalnya lagi.   Kapolsek Pontianak Utara Kompol Saiful Alam memaparkan, korban hanya mendapat pesangon sebuah tiket pulang dan sejumlah uang Rp10 ribu. Kemudian, diantar dengan sebuah taksi menuju Indonesia. Karena tidak mempunyai biaya lagi, akhirnya korban ditolong warga sekitar dan diantar ke kantor polisi. “Setelah kami melakukan pengecekkan atas kelengkapan surat menyuratnya, ternyata paspor yang dimiliki tidak sesuai yang tertera di KTP. Untuk itu, kami langsung berkoordinasi dengan pihak terkait. Selanjutnya, Dinas Sosial akan menindaklanjutinya,” paparnya. Masalah identitas palsu, sambung Alam, juga akan bekerjasama terhadap pihak terkait. Terutama dalam mengungkap cara pembuatan kartu identitas itu. “Bagi calon TKI yang ingin bekerja di luar negeri, lebih berhati-hati lagi. Terutama harus memenuhi syarat utama dalam kelengkapan identitas itu sendiri,” pungkasnya. (rmn) Sumber: www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=105443

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0