247 Warga Binaan Lapas Bukittinggi dapat Remisi HUT RI ke 69

KBRN, Bukittinggi : Presiden Republik Indonesia, melalui Menteri Hukum dan Hak Azazi Manusia memberikan remisi atau pengurangan masa tahanan bagi 247 warga binaan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas II A Bukittinggi di Biaro, Kabupaten Agam. Pemberian surat keputusan remisi kepada 247 warga binaan itu diserahkan secara simbolis oleh Walikota Bukittinggi Ismet Amzis, setelah upacara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 69 di Kota Bukittinggi, Minggu (17/8/2014). Walikota Bukittinggi Ismet Amzis mengatakan, warga binaan pemasyarakatan yang saat ini mendiami Lapas kelas II A Bukittinggi karena tersangkut masalah hukum jangan diartikan keberadaannya dipenjarakan. Namun menjalani pendidikan dari sesuatu yang tidak baik mengarah ke perbuatan yang lebih baik, sehingga nantinya mereka kembali ke tengah-tengah masyarakat dengan adanya perubahan sikap dan mental. Sementara itu Kasubag Tata Usaha yang juga pelaksana harian Lembaga Permasyarakatan (Lapas

247 Warga Binaan Lapas Bukittinggi dapat Remisi HUT RI ke 69
KBRN, Bukittinggi : Presiden Republik Indonesia, melalui Menteri Hukum dan Hak Azazi Manusia memberikan remisi atau pengurangan masa tahanan bagi 247 warga binaan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas II A Bukittinggi di Biaro, Kabupaten Agam. Pemberian surat keputusan remisi kepada 247 warga binaan itu diserahkan secara simbolis oleh Walikota Bukittinggi Ismet Amzis, setelah upacara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 69 di Kota Bukittinggi, Minggu (17/8/2014). Walikota Bukittinggi Ismet Amzis mengatakan, warga binaan pemasyarakatan yang saat ini mendiami Lapas kelas II A Bukittinggi karena tersangkut masalah hukum jangan diartikan keberadaannya dipenjarakan. Namun menjalani pendidikan dari sesuatu yang tidak baik mengarah ke perbuatan yang lebih baik, sehingga nantinya mereka kembali ke tengah-tengah masyarakat dengan adanya perubahan sikap dan mental. Sementara itu Kasubag Tata Usaha yang juga pelaksana harian Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas II A Bukittinggi Dedi Suhendri mengatakan, Dari 247 warga binaan pemasyarakatan lapas kelas II A Bukittinggi memperoleh besaran remisi dari pemerintah, 2 orang diantaranya dinyatakan bebas, sementara yang lainnya masing masing 3 orang memperoleh remisi 6 bulan, 19 orang menerima remisi 5 bulan, 36 orang menerima remisi 4 bulan, 97 orang menerima remisi 3 bulan, 80 orang menerima remisi 2 bulan, dan 12 orang menerima remisi 1 bulan. “Untuk dua orang warga binaan yang dinyatakan bebas itu yakni, Benny Saputra (30), kasus pencurian motor di Kecamatan Malalak Kabupaten Agam dengan masa hukuman 1,5 tahun dan Dedi Mulyadi (36) kasus pencurian di Kota Payakumbuh dengan masa hukuman 3 tahun penjara,“ terangnya. Menurut Dedi Suhendri, remisi ini diberikan kepada mereka yang menunjukkan perubahan sikap ke arah yang lebih baik selama masa pembinaan, dan ini merupakan kesempatan yang sangat berharga, dan hendaknya dijadikan motivasi hidup kedepannya “Pada umumnya penghuni Lapas banyak yang menjadi korban kasus narkotika, dan kedepannya perlu dilakukan pembinaan oleh Komisi Penanggulangan AIDS dan Badan Narkotika,“ jelasnya. Saat ini tambah Suhendri, data warga binaan di Lapas kelas II A Bukittinggi tercatat 429 orang dengan rincian 377 orang narapidana kriminal dan narkoba, sedangkan 52 orang lainnya merupakan tahanan titipan dari Kejaksaan dan Polres Kota Bukittinggi yang dibina pada lapas tersebut. (Yudi/WDA)   Sumber: http://www.rri.co.id/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0